Saturday, May 02, 2020

Jebakan sang predator

Diperhatikannya dari tadi , wanita yang duduk di cafe Grand Lisboa Macao itu tidak punya teman dan tidak sedang menanti seseorang. Dari wajahnya , wanita itu seperti orang Indonesia namun tidak begitu meyakinkan. Usianya di perkirkan menjelang 40an. Cantik dan berkulit putih. Dengan keyakina penuh dia menghampiri wanita itu " Hai..what are you doing. " Kata pria itu. Namun wanita itu hanya menoleh sekilas tanpa ada reaksi apapun. 
" Where are you from " Kejar pria itu.
" Indonesia."
" Oh kamu orang indonesia " Kata pria itu dengan bahasa Indonesia.
" Ya. "
" Sama. Saya juga dari Indonesia. " Kata pria itu berusaha akrab dengan menampakan wajah ramah. Namun wanita itu tak peduli. Dia hanya memandang kosong kearah gelas Wine yang belum di sentuh.
" Apakah anda tidak menginginkan saya duduk di sini" Kata pria itu lagi.
" Engga ada masalah. Bebas aja."
" Boleh tahu siapa namanya ?
" Sonya."
" Rudi." Pria itu menjulurkan tangan untuk berjabat tangan. Wanita itu menyambut dengan raut tanpa gairah.
" Nampaknya kamu lagi sedih ?
" Kamu kan tahu, kalau di sini hanya ada dua wajah. Sedih dan Senang. Sedih karena kalah. Senang karena Menang. Paham!"
" Ya saya paham."
" Kamu ngapain ke sini? Kata wanita itu sinis.
" Judi juga."
" Kalah?
" Sedikit. Tapi bagi saya biasa saja. Judi hanya untuk senang senang aja."
" Engga ngarep menang?
" Engga sih.."
" Hebat!. Sekaya itu kamu?
" Engga juga. Tapi buang uang di sini juga obat stress."
Wajah wanita itu nampak mencair. Dia mulai tersenyum.
" Boleh saya traktir minumnya ? Kata pria itu.
" Terimakasih. " Wajah wanita itu kembali murung. Tak nampak senang walau di tawari minum.
" Apa ada masalah?
" Uang saya sudah habis semua. Saya engga tau gimana bayar kamar hotel. Ticket sudah hangus. Kalau pulang, saya akan berhadapan dengan suami yang pasti akan marah. Telp orang tua, pasti di marahi."
" Emang berapa kalahnya ?
" Tak banyak. Hanya USD 5 juta. itu jangket yang saya beli di Jakarta. Semua habis. Belinya pakai jaminan kantor suami saya." Kata wanita itu dengan tangis tertahan. Pria itu memberi tissue kepada wanita itu untuk menghapus air matanya. 
Pria itu mendiamkan. Setelah tenang ,pria itu berkata " Ya udah. Kamu bisa tinggal di kamar saya saja. Kalau kamu engga suka, saya akan buka kamar satu lagi untuk kamu."
Wanita itu memandang wajah pria itu dengan seksama. Seakan mencari kejujuran dan ketulusan di balik wajah pria itu. " Mengapa kamu ingin bantu saya? Katanya. 
" Hanya kemanusiaan."
" Terimakasih. Sebaiknya engga usah buka kamar lagi. Saya ikut kamar kamu aja. Saya percaya kamu”
" Ticket kamu akan saya siapkan besok" Kata pria itu.
" Kamu baik sekali..." 
*** 
" Kelihatannya dia wanita kaya." Kata Rudi kepada temannya lewat telp. " Bagaimana kamu bisa tahu ?
" Dia baru saja kalah USD 5 juta."
" Kan bisa saja dia bohong? 
" Baju yang di pakainya itu harganya diatas USD 500, dan jam tangannya juga diatas USD 10,000. Belum lagi tasnya itu harganya bisa mencapai USD 40,000." " Yakin itu asli ?
" Yakinlah. Kita pemain soal ini." 
" Oh ok. kita dapat target paus nih ?
" Makanya aku bilang. "
" Terus , hanya barang yang melekat di badannya saja yang bisa di ambil ?
" Enggalah. Sabar aja.Tunggu aja. Saya lagi dalami dia.."
Pembicaraan terhenti. Karena wanita itu sudah keluar dari kamar mandi. Nampak tersenyum kepada pria yang bernama Rudi yang ditemuinya di lantai Casino. Rudi tetap sabar. Dengan meyakinkan Rudi mengatakan bahwa dia akan tidur di sofa sampai besok setelah dia dapatkan ticket pesawat pulang untuk wanita itu. Wanita itu mengangguk dengan wajah sendu.
" Maaf, boleh minta tolong ? Kata wanita itu tiba tiba sebelum berangkat tidur.
" Ya silahkan"
" Saya punya certifikat Deposito NCD ( Negotiable Certificate Deposits ) senilai USD 100 juta."
" Oh ya. " kata Rudi tanpa ada reaksi dia terkejut." Lantas apa yang bisa saya bantu ? 

"  Besok temanin saya ke hongkong untuk ambil NCD itu di safety box Bank."
"  Oh OK. Engga ada masalah. "
"  Besok pagi kita naik kapal fery ke Hong kong ya"
"  Engga usah. Naik heli aja. Murah kok. "
"  Saya engga punya uang."
"  Saya akan bayar ongkos heli."
"  Terimakasih kamu baik sekali."
" Ya biasa saja." Kata Rudi dengan senyum ringan tanpa beban." bleh tahu untuk apa NCD itu ?
" Saya mau gadaikan ke casino untuk pnjam uang."
" Pinjam uang??
" Ya. saya mau tebus kekalahan saya hari ini"
" OH ..” 
Usai pembicaraan itu , wanita itu masuk kedalam selimut dan Rudi tidur di sofa. Namun matanya tidak bisa terpejam. Membayangkan NCD senilai USD 100 juta di miliki wanita itu. Dia berpikir keras bagaimana caranya merebut NCD itu dari tangan wanita itu. Bagaimanapun dia tidak ingin terkesan kasar. Dia ingin wanita itu tidak menyadari kalau NCD nya berpindah tangan ke dia. Rudi terus berpikir sampai mendekati subuh. Akhirnya dia tertidur... 
Pagi pagi ketika Rudi terjaga, wanita itu sudah tidak ada di kamar. Dia sedikit panik. Namun ada pesan note yang ditarok di lamp table " Aku sarapan dulu ya. maaf aku bawa key room kamu untuk dapat breakfast gratis." Rudi tersenyum lega. Setelah mandi, dia segera turun ke lantai restoran di hotel itu. Wanita itu menymbutnya dengan senyum indah." GImana tidurnya? nyenyak ?" 
" Ya nyenyak"
" maaf telah buat kamu tidur di sofa. " Kata wanita itu." Tapi setelah kembali dari Hong kong dan gadaikan NCD itu ke casino, saya akan punya uang untuk sewa kamar panthouse.." lanjutnya dengan ringan.
" Oh gitu.. tapi kita masih bisa bertemu kan.?
" Tentulah..kamu pria baik dan terhormat. Rugilah wanita bila tidak bisa dekat dengan kamu."
" Terimakasih..” 
*** 
“ Kamu tahu ? “ Seru wanita itu. “ Perusahaan yang sekarang di kelola suami saya awalnya di modali oleh ayah saya. Berkali kali dia gagal tapi berkali ayah bantu dia. Tapi setelah dia sukses , dia seakan lupa akan bantuan ayah saya. Dia semakin arogan. Semakin suka selingkuh. Dan udah lebih setahun saya tidak di sentuhnya” “ Lanjut wanita itu ketika dalam perjalanan ke Hong Kong dari Macao. Dari wajahnya , nampak wanita itu memendam marah dan sedih. 
“ Ya sabar saja. Mungkin suami kamu stress karena banyak masalah. Nanti juga akan normal kembali. Punya anak ?
“ Engga. Gimana mau punya anak ? dia selalu sibuk dan sibuk”
“ Sabar ya “ 
“ Sebaiknya engga punya anak dari si gila itu?
“ Saya bisa memaklumi perasaan kamu. Tapi kesabaran selalu ada baiknya”
“ Terimakasih.” Kata wanita itu dengan pandangan kedepan tanpa ada niat untuk meneruskan pembicaraan. Rudi memilih tidak melanjutkan pembicaraan. Dia terus memikirkan bagaimana cara menaklukan wanita ini. USD 100 juta bukanlah jumlah sedikit. Profesinya sebagai penipu ulung khusus para wanita kaya yang terjebak di casino telah membuat dia kaya raya tanpa bisa di sentuh hukum. Maklum karena korbannya semua wanita. Mereka adalah orang yang bermasalah namun terhormat di depan umum. Bisa karena hartanya, bisa juga karena popularitasnya sebagai istri pejabat atau selebritis. Mereka memilih diam ketika jadi korban. 
Rudi sendiri , penampilannya sempurna. Tinggi dan berat tumbuhnya proporsional. Wajah ganteng dan klimis. Usia belum diatas 50 namun raut wajahnya mengesankan dia tidak lebih 40 tahun. Selalu berpakaian parlente menunjukan dia pria punya selera berkelas. 
Heli copter mendarat diatas atap gedung bank. Dengan lift mereka turun ke lantai dasar untuk menemui front office bank. Rudi melihat wanita itu melangkah ke arah room private banking bertemu dengan officer. Tak berapa lama wanita itu bersama officer melangkah ke arah lift “ Kamu tunggu di sini aja ya. Aku kelantai 16 untuk ke ruang safety box. “ Kata wanita itu. Officer bank itu menganggukan kepalanya kearah dia sambil menyalaminya. Dia tersenyum dan kembali duduk di ruang tunggu. 
Tak berapa lama kemudian Wanita itu sudah keluar dari lift bersama officer bank. Wanita itu melangkah kerahnya “ Mari kita pergi. Aku sudah dapatkan NCD nya “ kata wanita itu memperlihatkan amplop putih dengan ukuran polio.
“ Kamu silahkan kembali ke Macao Aku besok aja. Karena masih ada urusan di Hongkong. “ kata Rudi
“ OH kalau begitu aku besok juga kembali ke Macao”
“ Kenapa ?
“ Boleh aku terus terang ?
“ Ya ...”
“ Mungkin aku jatuh cinta dengan kamu. “
“ Terlalu cepat “
“ Ya tapi panah cinta bisa datang kapan saja.” Kata wanita itu dengan tersipu. “ tapi kalau kamu tidak berkenan dengan saya, ya engga apa apa. Aku kembali aja ke Macao..Terimakasih “
“ Oh tidak. Aku juga jatuh cinta denganmu. “
Wanita itu memeluk erat Rudi “ jangan pernah bohongi aku ya “
“ Tentu sayang..” 
*** 
Dengan taksi mereka menuju Conrad Hotel, berada di kawasan paling mewah di Hong kong. Rudi memesan sweet room khusus untuk bulan madu. Wanita itu nampak melirik dengan wajah menggoda. Terbayang lekuk tubuh wanita bermata sipit itu dengan kulit bersih seperti kolom susu. Bayangan tak bisa di jelaskan dengan kata kata. Berkah yang harus di syukuri. Mengpaa ? Menaklukan wanita dengan cinta cara termudah membuat wanita jadi bego. 
“ Kamu terbiasa ya hidup berkelas “ Kesan wanita itu kali pertama masuk
kekamar .
“ Biasa sajalah. Mungkin bagi kamu ini bukan apa apa. Tapi bagi saya ini sudah luar biasa.” kata Rudi dengan sikap merendah.
Wanita itu berdiri didepan jendela kaca lebar yang menghadap harbour. Sore itu terasa romantis dengan nampak di seberang berkabut. Lampu lampu kota sebentar lagi akan menyala membuat suasana Hong Kong semakin indah.
“ Saya tidak tahu apakah saya bisa mengembalikan kekalahan saya di meja judi atau tidak. Tapi...” Wanita itu terdiam. Rudi menghampirnya “ Tapi apa ?
“ Dengan bertemu kamu, saya tidak perlu kawatir lagi andaikan suami saya menceraikan saya.”
“ Bagaimana dengan NCD itu ?
“ Apa maksud kamu ?
“ Maksud saya, bagaimana kamu mendapatkannya ?
“ Itu punya ayah saya.” 

“ Ayahmu memberikan NCD ini untuk mu ?
“ Ya.Dan itulah pertengkaran engga ada habis habisnya dengan suami saya. Karena dia inginkan NCD itu di jaminkan ke bank untuk pengembangan usahanya. “
“ Dan kamu menolaknya ?
“ Ya. Dia pria yang tak bisa berterimakasih.”
“ Maaf, boleh tahu sedikit ?
“ Silahkan?
“ Bagaimana dengan ayahmu ?
“ Baik baik saja. Dia terlalu sibuk dengan bisnisnya”
“ Berapa orang saudaramu?
“ Ada dua. Ayah tidak mau setelah dia tiada kami ribut soal harta. Itu sebabnya selagi ayah hidup, kami mendapat masing masing USD 100 juta.”
“ Kamu beruntung punya orang tua hebat.”
“ Ya tapi pernikahan saya tidak beruntung.”
“ Mungkin hanya untuk keseimbangan saja. Setidaknya kamu tahu arti kebahagiaan yang diberikan oleh orang tuamu.”
“ Ya”. 
Setelah mandi, mereka berdua pergi makan malam di restaurant yang ada di hotel itu. Mereka menikmati malam dengan penuh canda dan cerita. Wanita itu memberikan kesan kemesraan yang tiada tandingannya. Sehingga membuat Rudi menjadi pria sesungguhnya. Ini kali pertama dia menyadari perlunya pendamping seorang wanita dalam hidup. Dia menyesal dengan kehidupan bebasnya yang bertahun tahun membuat dia merasa tidak butuh pasangan tetap. Ternyata bukan hanya sekedar sentuhan membuat hubungan begitu menggelora tapi ketika menemukan orang yang bisa diajak berbicara tanpa ada kesan saling menggurui atau memaksa untuk mengerti. Malam ini, di restaurant ini, Rudi menemukan cahaya di hadapan wanita itu. Bahwa dia harus mengakiri petualangan hidupnya. 
Mendekati dini hari, mereka memutuskan untuk kembali ke hotel.
“ Kamu lelah ? Katanya kepada wanita itu. Namun wanita itu langsung memeluknya. Lambat namun pasti gelombang tinggi datang silih berganti membawanya keatas puncak ombak. Saatnya berselancar mengikuti liuk gelombang panas. Ketika berada didinding gelombang, hentakan arus menyeretnya ke pusat pecahan ombak. Namun dengan kepiawaianya sebagai peselancar , dengan mudah dia keluar dari pecahan ombak itu. Dan kembali berayun mengikuti gelombang yang mendorongnya selamat sampai di ujung bibir pantai. Selancar itu berakhir dengan soft landing. Dia bangga karena mampu membuat wanita itu tersenyum puas. “ Wonderful “ Kata wanita itu sambil memejamkan mata. 
“ Maaf, boleh tahu ?
“ Silahkan”
“ Apakah kamu pria beristri ?
“ Tidak. Saya tidak pernah menikah seumur hidup saya.”
‘ Benarkah ?“
“ Saya tidak perlu berbohong untuk itu.”
Wanita itu kembali memeluk erat Rudi. “ Saya tidak akan pernah lepaskan kamu. Ini terlalu berharga di bandingkan harta yang saya punya sekarang”
“ Saya juga tidak akan pergi meninggalkan kamu. Apapun resikonya , akan saya perjuangkan.” Kata Rudi. 
‘ Tapi saya tidak muda lagi. Usia saya sudah kepala 4.”
“ Tidak penting itu. Bagi saya kamu tetap yang pertama dan yang terakhir” 
**** 
“ Keliatannya saya jatuh cinta dengan wanita ini “ kata Rudi via telp ketika wanita itu sedang di kamar mandi.
“ Eh busyet...” Terdengan suara temanya dengan nada gusar “ Rud, kita ini professional. Mana bolah jatuh cinta dengan target kita. Sudahi itu.” 
“ TIdak bisa, bro.”
“ Harus bisa.” Terdengar suara mulai meninggi.
“ Saya harus jelaskan kepada kamu. Tolong pahami situasi ini. “
“ Kita ketemu sekarang. Saya tunggu kamu di loby hotel. Jangan ajak wanita itu.” “ Baik. Segera saya temui kamu.” 
Ketika wanita itu keluar dari kamar mandi, Rudi pamit pergi ke luar kamu untuk bertemu dengan relasinya.
“ Jangan lama lama ya sayang
“ Ya. Hanya 15 menti, segara saya kembali. “ 
Wanita itu memeluk Rudi dengan mesra dengan berbalut kimono sutera halus. Dua buah bukit sejajar terasa empuk ketika menyentuh dada Rudi. 
Dari kejauhan nampak temannya duduk di sofa. Langsung berdiri ketika dia mendekat “ Kita bicara di luar saja”
“ Ok.”
“ Rudi “ Seru temannya “ Sebagai team kita telah bersama sama dalam pekerjaan ini lebih dari 5 tahun. Selama ini kita saling menjaga dan melindungi.” 
“ Saya paham.”
“ Ingat engga, Kita hanya pria kampung yang engga ada harganya di negeri kita. Itu hanya karena kita tidak punya kesempatan pendidikan lebih baik. Kita orang miskin. Tapi berkat kegigihan kita , akhirnya kita bisa sampai di sini. “
“ Saya paham “
“ Kamu punya rumah mewah di jakarta, kendaraan mewah, tabungan, dan tanah ratusan hektar di kampung , itu semua berkat pekerjaan kita. Ingat kita, bukan kamu bukan aku dan bukan yang lainnya, Kita adalah team work. “
“ Saya paham.”
“ ingatkan engga apa kesepakatan kita ?
“ Tidak jatuh cinta dengan target, tidak mudah menyerah, tidak membuka diri”
“ Tepat. Dan sekarang kamu melakukan kesalahan fatah. Jatu cinta”
“ Boleh saya bicara ?
Temannya hanya diam. Ada kesan dia tidak suka Rudi menyampaikan alasan sikapnya. Namun dia akhirnya mengangguk.
“ BIcaralah “
“ Saya ingin keluar dari team “ Kata Rudi tegas.
“ Yakin itu.”
“ Yakin.”
“ Baik tapi dengan syarat.”
“ Apa ?
“ Pastikan operasi kali ini berhasil mendatangkan uang untuk team. Setelah itu boleh kamu keluar dan nikahi wanita itu. “ 
“ Apakah harus begitu ?
“ Ya. “
“ Kalau saya menolak?
“ Terpaksa kami habisi kamu. Pikirkan itu? “ Baiklah, beri saya waktu berpikir.” 
“ Waktu kamu hanya 7 hari. “ “ Baik.” 
Mereka mengakhiri pembicaraan itu dengan melangkah berlainan arah. Rudi kembali ke hotel. Sejak itu dia tidak bisa lagi merasa nyaman. Terlalu mahal untuk sebuah kebebasan. Apakah dia akan berterus terang dengan wanita itu ? Ataukah ikuti rencana teamnya untuk menguasai NCD dari wanita itu.Tidak ! Dia tidak ingin berdusta hanya karena ingin menguasai wanita itu. Sebaiknya dia terus terang. Tapi apakah setelah dia terus terang, wanita itu bisa menerimanya? Rudi galau dengan pilihan apa yang harus diambilnya. 
Ketika kembali ke kamar, wanita itu sudah terlelap dalam tidurnya. Pagi pagi, mereka sudah check out dari hotel untuk menuju Macao. 
***
“ Berapa anda perlu pinjaman ? kata pria dengan setelah jas dan bet di jasnya berlogo Casino.
“ USD 500,000” Kata wanita itu.
Pria itu memperhatikan bilyet NCD itu dengan seksama. “ Beri saya waktu sebentar. Saya mua check ke bank di Hongkong untuk memastikan ini asli atau palsu “
“ Silahkan “ Kata wanita itu. Pria petugas Casino itu berlalu menuju ruang cashier. Tak lebih 15 menit , petugas kasino datang menemui mereka berdua “ Ini asli. Anda butuh coin atau uang tunai?
“ USD 400,000 dalam bentuk coin dan sisanya uang tunai.”
“ Baik. Saya akan serahkan segera. Tapi tolong ini di tanda tangani sebagai bukti pinjaman anda.”
Wanita itu menandantangi dokumen sebagai bentuk pengakuan hutang. Setelah itu pria itu kembali lagi membawa coin senilai empat ratus ribu dollar dan seratus ribu dollar Tunai. “ Sayang, pegang uang tunai ini. Segera pesan kamar terbaik untuk bulan madu kita. Saya akan ke meja judi. Doakan semoga saya beruntung ?
“ Apakah sebaiknya urungkan niatmu berjudi lagi. Udahan ya sayang”
Wanita itu menatap wajah kekasihnya dengan sendu” Kamu takut aku kalah? Atau kamu terlalu mencintai uang daripada aku. “
“ Aku mencintaimu.”
“ Kalau begitu dukung aku untuk menuntaskan rasa penasaranku.”
“ Ok lah..” 
*** 
Setelah Rudi kembali dari mengurus kamar dan membayar tagihan credit card wanita itu, dia mendapati wanita itu tidak ada di meja judi. Rudi berusaha mencari ke seluruh lantai judi namun tak juga dia temukan. Ada rasa kawatir dalam dirinya. Akhirnya dia mendatangi cafe yang ada di casino. Disitulah wanita itu sedang duduk sendiri dan wajah kusut. 
“ Ada apa sayang ? “ tegur Rudi, wanita itu menoleh kesamping arah suara itu. Wanita itu memeluk Rudi. “ Aku kalah lagi. Kalah. “
“ ya sudah. Lupakan saja “
“ Saya kesal karena petugas Casino tidak mau kasih pinjaman lagi. Alasannya Casino hanya memberikan pinjaman maksimum USD 500.000. Dan lagi dia minta saya segera kembalikan uang itu sebesar USD 5 juta. Kalau tidak, NCD itu akan di cairkan mereka di bank.” 
Rudi terdiam. Dia berpikir keras bagaimana membantu wanita ini untuk membayar utang itu dan menyelamatkan NCD.
“ Mungkin saya bisa bantu kamu “
“ Tapi itu bukan uang sedikit. Saya tidak mau merepotkan kamu” 
“ Engga apa apa. Aku akan minta tolong sama teman yang bisa bantu”
“ Oh thank, honey..”
“ Ok, beri waktu aku sebentar. Nanti aku kembali lagi.” Kata Rudi berlalu setela memberikan ciuman menentramkan hati wanita itu. 
*** 
“ Jadi wanita itu sekarang tersudut dan kamu minta kita menolongnya ? “ Please.”
“ Nah kalau gitu saatnya kamu ikuti arahan saya. “
“ Gimana ? 
“ KIta akan bayar hutang wanita itu. tapi...”
“ Apa ?
“ Kita harus bayar langsung kepada petugas casino itu dan pada waktu bersamaan ambil NCD itu. Jadi ada NCD , ada uang.”
“ OK. Setelah itu ?
“ Kita akan ke Bank untuk proses pencairan NCD itu.”
“ Dan uang nya ?
“ Kita kuasai semua. Setelah itu , kamu boleh keluar dan nikahi wanita itu.”
Rudi terdiam. Hatinya berkecamuk. Bimbang. Namun akhirnya dia tidak punya pilihan.” Bagaimana menjelaskan ke wanita itu?
“ Engga usah kawatir. Semua diatur oleh lawyer. Dia akan percaya.”
“ Baiklah akan saya coba.” 
*** 
“ Honey, saya sudah dapat solusi untuk kamu “ Kata Rudi saat menemui wanita itu di cafe.
“ Benarkah?
“ Ya. 
“ Oh thanks god.”
“ Teman saya bisa bantu lunasi hutang kamu. “
“ Tentu dia minta jaminan?
“ Ya”
“ Tapi jaminan NCD saya terlalu besar nilainya dan lagi sekarang di pegang oleh petugas casino.”
‘ Tenang saja. NCD kamu akan aman. “
“ Yakin?
“ Yakinlah. Yang atur semua lawyer.” 
“ Tapi petugas Casino tidak akan memberikan jaminan itu kalau tidak di bayar tunai hutang saya”
“ Tentu dibayar tunai. Kita ajak petugas casino itu sama sama menghadap lawyer di Hong kong. Pembayaran hutang di lakukan di hadapan lawyer. Nah sekarang kita minta Petugas Casino itu untuk bertemu dengan lawyer di Hong kong”
“ Untuk apa ?
“ Untuk proses pelunasan hutang. Semua di atur oleh lawyer.
“ Oh Ok. “ kata wanita itu agak ragu. “ Kapan kita temui lawyer itu?
“ Besok ya.”
“ Oh ok. Dan kita bisa nikmati malam nanti malam terindah kita , ya kan”
“ Tentu” 
*** 
Malam itu terasa indah menikmati makan malam di restoran Don Alfonso,
grand lisboa. Wanita itu mengenakan gaun malam yang sangat mempesona. Namun suasana itu tidak membuat Rudi merasa nyaman. Karena dia masih memikirkan mengenai pinjaman yang harus di kembalikan dua kali lipat. Bagaimana menjelaskannya kepada wanita yang telah membuat hatinya terpicut.
" Honey" seru wanita itu.
" Eh ya " Rudi terkejut dari lamunannya.
" Apa ada masalah ?
" Engga. Hanya ..."
" Apa? Katakan "
" Itu teman saya, minta uangnya di kembalikan dua kali lipat"
" dua kali lipat? kata wanita itu mengerutkan kening.
" Bukankah dia sahabat mu?
" Ya." Rudi mengangguk lambat.
" mengapa dia perlakukan kamu seperti ini. Tidak kah kamu bilang bahwa saya kekasih mu dan kita berniat untuk menikah? "
" Sudah aku bilang "
" Ya kalau begitu mereka memang spesialis Sharkloan. Memanfaatkan kelemahan orang. Tapi keterlaluan."
" Tapi kan masih lebih rendah di bandingkan casino kasih pinjaman dangan pengembalian 10 kali lipat"
" Beda, sayang. Casino memberi pinjaman tanpa ikatan notaris. Pinjaman diberikan atas dasar TRUST. Mereka tahu bahwa USD 500.000 di meja judi dalam sejam bisa jadi 100 kali. Mereka hanya minta bagi hasil 10% dari 100 kali itu"
" Tapi bagi hasil yang pasti untung. Kalau kalah mereka tidak mau tanggung jawab" " Ya itu resiko pejudi."
" maafkan saya. Itulah syarat dari teman saya"
" Mengapa bukan kamu saja yang bayar. Kan lebih mudah. Toh NCD itu akan jadi milik kita berdua"
" Saya tidak punya sebanyak itu. Uang saya di tabungan hanya , yaaa USD 3 juta. Masih kurang 7 juta"
" Oh i see"
" Gimana?
" Ya, kalau begitu saya tidak punya pilihan. Ok lah. Besok kita deal dengan teman kamu. " 
Mereka berdua terdiam. Namun kesunyian diantara mereka di kejutkan oleh kedatangan petugas casino. " Nyonya Sonya " kata petugas itu dengan sopan.
" Ya"
" Waktu Anda hanya sampai jam 00.02 pagi. Kalau tidak maka terpaksa besok NCD Anda kami cairkan. Anda tahu kan. Kalau sampai saya cairkan sebelum jatuh tempo NCD akan di potong 20% oleh Black market. 
" Bukankah perjanjiannya seminggu "
" Anda baca kotrak ini " kata petugas itu menyerahkan selembar dokumen. Memang di dokumen itu tertera pinjaman over night. Hanya semalam saja. Wanita itu Terkejut. Dia menyesal tidak membaca kontrak itu terlebih dahulu sebelum tanda tangan.
" Bisakah di perpanjang sampai besok malam? Dan saya juga minta Anda datang ke Hongkong bertemu dengan lawyer untuk menerima pembayaran"
" Engga ada masalah. Namun Anda harus bayar biaya penundaan sebesar 20% dari kewajiban Anda. Atau USD 2 juta harus ada malam ini"
Wanita itu terdiam sambil memandang Rudi. Nampak tegang.
" Saya akan bantu kamu. Saya akan gunakan private banking untuk bayar malam ini. "
" Terimakasih , Honey " kata wanita itu sambil menahan tangis.
" Tenang saja. Kita akan lewati masalah ini bersama"
Rudi berdiri " Saya ke kamar sebentar untuk menggunakan terminal komputer saya. "Kata Rudi. Wanita itu mengangguk
" Boleh tahu nomor rekening Anda. " kata Rudi kepada petugas casino. " petugas itu menyerahkan selembar kertas berisi informasi rekening nya. . Rudi melangkah menuju lift kamarnya.
Tak berapa lama Rudi sudah kembali dengan membawa print out pengiriman uang. Pria itu menerima print out itu dangan wajah dingin."
" Terimakasih. Saya akan check pengiriman ini besok pagi. Besok saya tunggu Anda berdua untuk pergi ke Hongkong" kata pria itu berlalu. 
***
Seharusnya malam ini malam kemesraan bagi mereka berdua. Namun dengan peristiwa baru saja terjadi membuat suasana agak terganggu. Apalagi Sonya merasa malu di hadapan Rudi, pria yang dia cintai. Seharusnya ini tidak perlu terjadi bila dia tidak memperturutkan hawa nafsu untuk menjadi pemenang. Tapi bagaimanapun ini adalah berkah karena lewat peristiwa ini dia mengenal Rudi. Sonya menatap sekilas wajah Rudi yang nampak murung. Atau dia belum siap kehilangan dua juta dollar. 
" Honey , Are you Ok ?
" Yes I am Ok. " Kata Rudi dengan tersenyum. Sonya menggenggam jemari Rudi" Aku tahu kamu memikirkan uang USD 2 juta itu kan
" Ah tidak. Aku hanya berpikir bagaimana kamu tidak nampak menyesal telah kehilangan USD USD 5 juta. Kemarin hilang USD 5 juta. Hanya tiga hari sampai sekarang kamu telah kehilangan USD 10 juta."
" Tepatnya 12 juta termasuk uang kamu " 
" Dan besok kamu akan kehilangan lagi USD 5 juta untuk konpensasi kepada teman saya yang meminjamkan uang"
" Ya.." Kata wanita itu dengan suara datar.
" Kamu menyesal ? 
" Honey , dari kecil saya tidak pernah tahu arti uang. Karena semua kebutuhan saya terpenuhi. Kalau kamu tanya apa pentingnya uang ? Dan bagaimana bahagianya punya uang? Maka saya akan jawab, saya tidak tahu "
" Mengapa ? 
" Karena saya tidak pernah tidak punya uang dan tidak pernah tahu sulitnya cari uang"
" Oh "
" Bagaimana dengan kamu? 
" Masa kecil saya penuh kesulitan dan kemiskinan. Makanya saya kerja keras dan berusaha hidup hemat agar setiap penghasilan dapat di kembangkan. Saya tidak mau miskin lagi seperi dulu. Tidak "
" Jadi kamu lebih beruntung hidupnya di bandingkan saya. Kamu tahu betapa bahagia nya punya uang karana pernah tidak punya itu sangat menderita" 
" Ya. Kira kira begitu. Jadi apa rencana kamu? Tanya Rudi kepada wanita itu dengan meremas jemarinya.
" Saya ...."
" Apa ? 
" Tidak tahu "
" Mengapa ?
" Saya wanita dewasa yang baru mengenal pria semalam dan langsung jatuh cinta dan mau di ajak tidur. Apakah saya harus terus terang dengan rencana saya"
" Katakanlah!
" Bawalah saya kemana kamu pergi. Gunakanlah NCD itu sesuka kamu. Bagi saya itu tidak ada artinya di bandingkan dengan cinta kamu. Selama ini satu satunya yang tidak saya miliki adalah cinta. Saya miskin cinta. "
Rudi terkesima dengan kata kata wanita itu. Di dekatkannya wajahnya kepada wanita itu. Kiss dried" kita akan selalu bersama sama" katanya. Wanita itu menyambut dengan air mata berlinang. " saya janji tidak akan pernah judi lagi. Semua berkat kamu, sayang "
" Janji ya"
" Janji" kata Sonya sambil mengangkat dua jarinya keatas.
**
Menjelang dini hari, mereka tutup Bill restoran dan melangkah dengan mesra menuju pintu lift. Di dalam lift wanita itu tidak pernah melepas pagutannya. Seakan menahan gelap agar tak pernah pergi.
Sesampai di dalam kamar. Mereka saling berlari menuju atas bukit. Ketika embun mulai menampakkan diri , Rudi mencoba menyusuri setiap tetes embun yang bergayut diatas danau kehidupan. Wanita itu menuntunnya menuju danau kehidupan, di iringi suara angin malam bersama elang yang menghujam bumi menuju semak yang rimbun. Semua nampak indah terpancar dari mata wanita itu yang seakan terlena Love concerto. Dan semua berakhir dengan sempurna karena waktu. Mereka bersedekap tak terpisahkan. 
***
Rudi tak ingin membuat Sonya terjaga dari tidur lelapnya. Dia pergi diam diam, dengan terlebih dahulu menulis pesan di atas meja bahwa dia harus menemui 
temannya untuk mengatur transaksi hari ini. Ketika itu jam masih menunjukkan pukul 7 pagi. Dia sudah berada di kamar yang berada dua lantai dari kamarnya. Temannya sudah menanti Rudi.
" Rud, ini kenalkan anggota Team kita yang baru. Dia ahli hukum perbankan. Dia paham bagaimana mencairkan NCD itu. Dan dia punya pengalaman kerja mencairkan asset di pasar gelap. " 
" Mengapa harus di pasar gelap?
" Karana NCD itu nilainya besar dan pencairan sebelum jatuh tempo oleh pribadi harus ada underlying. Tanpa itu akan sulit. "
" oh i see "
***
" Boleh saya bertanya sesuatu ? Kata pria yang baru Rudi kenal di kamar itu.
" Ya silahkan "
" Apakah petugas casino mau datang hari ini ?
" Tentu"
" Bagus. Kita akan bayar hutang teman wanita kamu itu langsung ke petugas kasino itu "
" Ya."
" Adakah data yang kamu punya dari petugas kasino?
" maksud kamu ?
" Misal, kamu punya copy perjanjian hutang antara wanita itu dan petugas casino atau kamu punya data keuangan dari petugas casino itu ?
" saya engga punya copy document hutang wanita itu. Tapi data keuangan petugas casino itu saya punya "
" Ok, bisa saya lihat ? 
Rudi membuka file melalui Gadget nya dan memperlihatkan dokumen rekening bank kepada pria yang baru dia kenal itu, yang juga anggota Team. Pria itu langsung melakukan verifikasi rekening itu melalui terminal komputer. Selang beberapa waktu " Data rekening ini di miliki oleh perusahaan offshore yang terdaftar di BVI. Ini ciri khas pengelola casino menyembunyikan dana hasil transaksi ilegal." 
" Kita tidak perlu ragukan bahwa NCD ini asli karena kalau falsu engga mungkin bisa di jadikan jaminan untuk pinjam uang kepada casino"
" Mengapa Anda meragukan ? Saya ikut dengan wanita itu mengambil NCD itu di bank di Hongkong" 
" Kita hanya ingin pastikan. Ingat kita ini profesional"
" Nah sekarang gimana kelanjutannya? Saya tidak mau gagal karana tadi malam saya sudah keluar uang USD 2 juta untuk extend hutang wanita itu"
" Kamu tenang aja. " kata temannya. " kita sudah sewa kantor khusus untuk meeting dengan petugas casino dan wanita itu. Dia akan bertindak sebagai lawyer" " Sewa kantor ?
" Ya. Kenapa ?
" Kalian mau rampok wanita itu ? Bukankah janjinya akan memberi pinjaman kepada wanita itu dangan imbalan dua kali lipat ? Rudi mencium rencana busuk dari teamnya.
" Rudi ! Seru temannya " Kita penipu dan ini tugas kamu terakhir. Setelah itu kamu bebas. " lanjut temannya dengan nada mengancam.
" Boleh tahu apa rencana kamu? 
" Itu urusan saya. Kamu giring saja wanita itu bersama petugas casino ke tempat pertemuan dengan kita “ 
***
Di kamar Sonya tak di temui. Rudi menelpon. Tak di jawab. Dia segera melihat diatas table siapa tahu ada note, ternyata tidak ada. Dia segera melihat pakaian Sonya di lemari. Masih ada. Rudi segera turun ke bawah mencari tahu dimana Sonya berada. Ketika hendak membuka pintu , nampak pintu kamar tersibak. Sonya berdiri dengan kimono putih.
" Sudah selesai urusannya " kata Sonya degan senyum indah.
" Ya sudah. Dari mana?
" Dari renang. " kata Sonya melangkah ke arah kamar tidur sambil melepas kimono nya. Rudi meihat dari belakang betapa sempurnanya keindahan tubuh wanita ini. Walau usia sudah kepala 4 tapi tetap mempesona seperti usia remaja.
" Sebentar lagi kita akan naik heli ke Hongkong."
" Jam berapa?
" Jam 1 siang"
" Artinya masih 3 jam lagi dari sekarang"
" Ya"
" Apa rencana kamu?
" Saya mau ajak kamu makan siang di atas tower macao."
" Oh tentu mengasyikkan"
Sonya mengenakan pakaian tshirt dan celana denim. Terlihat seperti anak remaja. Mereka naik taksi ke arah Tower tersebut.
" Sayang, ada yang harus saya katakan kepada kamu." Kata Rudi
" Apakah serius, Honey ?
" Ya"
" Ok " kata Sonya menganggam jemari Rudi.
" Saya harus terus terang kepadamu." Kata Rudi tersekat..
" Ya..."
" Teman saya berniat merampok NCD kamu. "
" Bukankah deal hutang Itu melalui notaris. Masalahnya apa? Gimana mereka mau rampok saya ?
" Saya tidak tahu "
" Jadi gimana kelanjutannya ?
" sebaiknya kita batalkan saja hutang dengan teman saya"
" Lantas gimana bayar hutang saya?
" Entahlah" kata Rudi dengan wajah bingung.
" Ah sudahlah. Kita hadapi saja mereka. Yang penting mereka ada uang. Kalau mereka tidak bayar ya petugas casino tidak akan menyerahkan NCD itu. "
" Ya."
" Honey tenang saja. Kita engga punya pilihan. Ya kan" 
Sesampai di tower macao, mereka menuju restoran yang ada di puncak menara. Pemandangan dari puncak itu sangat indah. Dari atas nampak kota macao. Kota yang hidup dari judi dan wisata.Makan siang itu tetap di liputi perasaan kawatir di benak Rudi. Mengingat rencana busuk dari Team nya. Tapi Sonya terkesan lugu dengan keadaan ini. Mengkin benar Wanita ini tidak peduli soal uang. Dia hanya peduli soal Rudi. 
" Saya membayangkan tinggal di desa dengan rumah mungil. Saya ingin punya rumah yang gemericik air sungai terdengar dari kamar tidur ku. Udara bersih dan suasana hijau. Dan tentu semua indah bersama kamu, ya kan Honey " 
Rudi mengangguk seraya meremas jemari Sonya " segera urusan ini selesai , kita pulang ke Indonesia. Urus perceraian kamu dan saya akan melamar kamu"
" Semoga proses cerai dapat segera selesai " kata Sonya dengan wajah nampak tidak yakin dengan ucapannya. 
*** 
Petugas Casino menegaskan bahwa dia bersedia datang ke Hong Kong asalkan jam 3 sore sudah kembali ke Macao. Karena kantornya minta dia kembali apapun hasilnya. Memang agak sedikit kesulitan Rudi memahami kata kata petugas Casino itu karena dia menggunakan aksen India yang cepat bicaranya. Rudi menjamin proses transaksi tidak akan lebih 1 jam. Akhirnya dia setuju untuk ikut Rudi dan Sonya ke Hong Kong dengan menggunakan Helikopter. Jam 1 sore, heli terbang dari atas Hotel menuju Hong Kong. Kedatangan mereka di helipad di sambut oleh teman Rudi dengan stelan pakaian mahal terkesan orang bonafide. 
“ Kita langsung ke kantor Notaris. 20 lantai di bawah.” Kata temannya tanpa basa basi. Dia nampak melirik sekilas kearah Sonya. Tak sedikitpun Sonya memberi senyum ramah. Nampak dia tegang menjelang transaksi ini. Mereka berjalan beririnngan menuju pintu LIft. Di dalam lift semua nampak diam tanpa senyum. Hanya petugas Casino itu yang nampak tenang. Sesampai di kantor Notaris, mereka di sambut oleh resepsionis wanita cantik. Mereka di tuntun keruang meeting. Setelah duduk barang sebentar, nampak pria paruh baya berpakaian stelan warna biru tua, tersenyum lebar dan berkata “ Selamat datang di kantor kami. “ Sambil menyalami semua mereka yang ada di ruang meeting. 
“ Saya perkenalkan diri saya. Nama Saya John " Katanya mengawali pembicaraan sambil menyerahkan kartu namanya kepada Sonya. " Saya lawyer yang di beri tugas mewakili Pak Tommy untuk memberikan pinjaman kepada Anda dengan jaminan NCD. “ Kata pria itu mengarah kepada teman Rudi. “ Jadi kita langsung saja ke pokok persoalan.” Lanjutnya sambil menatap seluruh peserta rapat. 
“ Silahkan.” Kata teman Rudi.
“ Boleh lihat NCD tersebut. “ Kata John.
Rudi dan Sonya memandang kearah petugas Casino. Sonya mengangguk memberikan isyarat agar memberikan NCD itu kepada John.
“ Sebelum saya perlihatkan NCD tersebut , apakah bisa di pastikan uang sudah tersedia ? Kata petugas Casino itu kepada Sonya.
“ Kami sudah siapkan uang itu. “ Kata John. Dia menyerahkan selembar bank draft senilai USD 10 juta. Petugas Casino itu memperhatikan bank draft tersebut dan berkata “ Saya tidak ada urusan dengan bank draft ini. Namun saya ingin pastikan uang USD 10 juta sampai di rekenign perusahaan saya.”
“ Ini hanya bukti bahwa kami siap dengan uang di tangan. Tetap syahnya transaksi ini setelah ada bukti transfer ke rekening anda. “
“ OK saya ingin pastikan Bank draft itu asli.”
“ Kami juga akan buktikan bahwa NCD itu asli.”
“ Anda meragukan kerja bisnis Casino soal hutang kepada client nya ? Kami tidak akan memberikan pinjaman sebelum kami tahu pasti bahwa jaminan itu asli.” 
“ Saya maklum. Tapi kami tetap ingin verifikasi NCD itu. Tolong di maklumi. Ini standar kerja kami”
“Baiklah kalau begitu. Sebaiknya kita langsung ke bank untuk verifikasi. Anda verifikasi NCD ini dan saya verifikasi bank draft anda. Bagaimana? Kata petugas Casino itu dengan tegas. 
“ Bagus! “ Kata John sambil berdiri dan di ikuti oleh yang lain “ Bank ada di lantai dua. Kita kesana sekarang “ Lanjut John
Petugas bank yang menerima mereka adalah pria dengan kesan dingin.Walau usianya masih relatif muda namun tak sedikit ada kesan sopan. Mereka di terima di mejanya yang terdapat komputer. Hanya satu orang yang duduk menghadap pejabat bank itu. Yang lain hanya berdiri menatap notaris itu berbicara dengan petugas bank. 
“ Saya ingin verifikasi NCD ini. Apakah anda bisa bantu ? Kata John
“ Mana NCD nya “
John menyerahkan NCD asli “ Ini NCD nya” katanya
Pejabat bank melihat dokumen NCD tersebut dan kemudian menggunakan komputernya untuk melakukan verifikasi. Selang beberapa detik “ Ini asli. Ada apa dengan NCD ini ? Kata petugas bank itu. 
“ Engga ada apa apa. Kami hanya ingin memastikan NCD ini asli. “
“ OK. “
“ Tolong anda verifikasi Bank draft .” Kata John sambil menoleh kebelakang. Petugas Casino mendekat “ ini bank draftnya “ katanya sambil menyerahkan bank draft tersebut kepada pejabat bank. Hanya beberapa detik, setelah melihat screen computer nya, pejabat bank berkata bahwa Bank draft sli. Proses verifikasi ini hanya berlangsung 15 menit. Inilah Hongkong dimana semua di lakukan dengan cepat. Semua lega. Mereka pamit kepada pejabat bank itu. 
“ Sekarang kita kembali ke kantor untuk menyelesaikan proses pelunasan hutang" Kata John. Semua mengangguk dan mengikuti John menuju lift untuk kembali ke kantor . 
Ketika sampai diruang rapat, John yang bertindak sebagai notaris itu menyerahkan beberapa lembar dokumen kepada Sonya untuk di tanda tangani. “ Lembar pertama, adalah pengakuan hutang dimana anda harus membayar sebesar USD 20 juta. Lembar kedua, surat kuasa kepada kami untuk mencairkan NCD ini atau menggunakan dengan cara apapun agar dapat di uangkan apabila anda gagal melunasi sesuai waktu yang ditetapkan. Lembar ketiga , surat pernyataan bahwa anda melakukan transaksi dengan suka rela tanpa paksaan apapun. Bagaimana ? Sonya membaca lembaran dokumen itu dengan seksama. Dan memperlihatkannya kepada Rudi. “ Apa pendapat kamu ? Kata Sonya. Rudi hanya diam tanpa reaksi apapun. Apalagi temannya menatap tajam kearahnya. 
“ Boleh saya bicara ? Kata Sonya.
“ Silahkan “ Kata John
“ Saya tak ingin pinjam sebenarnya. Karena saya tidak tahu bagaimana mengembalikannya. Saya tidak punya pekerjaan. Dan lagi saya sudah tak ingin lagi berjudi. Apakah dimungkinkan saya dapat uang dari NCD ini dan urusan selesai. “ “ Jadi anda mau melepas NCD ini? Kata Tommy
“ Ya benar.” 
“ Anda tahu, bahwa NCD ini zero coupon. Artinya waktu NCD ini di peroleh , bunga sudah diambil di depan. Kami tidak akan mendapatkan apa apa ketika jatuh tempo. NCD ini tidak bisa diuangkan sebelum jatuh tempo kecuali menjual di pasar sekunder. Dan itupun tidak mudah. Karena kami harus menjualnya kepada sophisticated investor. Jatuh tempo CND ini masih 3 tahun lagi. Jadi sulit ..” Kata John 
“ Please “ kata Sonya berharap..
“ Kalaupun kami akan ambil alih NCD ini harganya akan sangat murah.”
“ Sebutkan berapa ?
“ USD 60 juta. itu sama saja diskon 40%. “ Kata Tommy
“ Baik. Saya terima harganya “
“ Tapi clients kami hanya ada uang sekarang USD 10 juta. Masih kurang USD 40 juta. Itu butuh waktu. “
“ Berapa lama ? 
Sang Notaris bernama John menatap kearah Tommy. Tommy memberi isyarat kepada Jhon untuk bicara di ruangan lain. Dan Rudi dimintanya untuk mengikutinya. John minta izin kepada Sonya untuk bicara secara pribadi dengan clientnya. Sonya dan petugas Casino itu mengangguk. Tak berapa lama mereka kembali ke ruang meeting. 
“ Kami akan bayar sekarang USD 20 juta, dan itu termasuk USD 10 juta untuk membayar hutang anda kepada Casino. Sisanya satu minggu. Tapi NCD sudah kami kuasai dan dokumen ini sudah di tanda tangani semua. Bagaimana ? Kata John kepada Sonya. 
“ Baik saya setuju. “ Kata Sonya agak lesu. Rudi meremas jemari Sonya untuk menentramkan hati Sonya. Rudi sadar bahwa Sonya kehilangan banyak uang karena ini
“ Baiklah, Anda tanda tangani semua dokumen ini dan petugas kami akan membawa bank draft ini ke bank untuk melakukan transfer dana pelunasan hutang kepada casino. “ Sonya mengangguk... 
***
Setelah Sonya menanda tangani dokumen akad tersebut, dia menarik nafas dalam dalam. “ Jadi tidak ada utang piutang ya. Dokumen yang saya tanda tangani ini adalah akad jual beli. “ kata Sonya.
“ Tepat sekali. Tolong photo copy passport anda. “ Kata John. Sonya menyerahkan passport nya. John mempoto scene passport tersebut dan menyerahkannya kembali kepada Sonya.
“ Saya permisi keluar sebentar. Cari udara segar. Sekedar merokok sebatang. Kira kira berapa lama lagi petugas anda selesai mengirim uang” Kata petugas Casino.
“ Hanya 15 menit sudah selesai. Bank nya yang tadi kita datangi.” Kata Tommy.
“ Oh Ok” Kata petugas Casino. Ia berdiri dan melangkah keluar.
“Saya juga mau cari udara segar. “ Kata Rudi seraya menarik tangan Sonya untuk mengikutinya. John dan Tommy hanya menangguk sambil melihat mereka melangkah keluar ruang meeting. Mereka turun sampai di lantai teras Gedung yang terbuka menghadap ke arah Harbour Hong Kong. Memamng tempat ini biasa di pakai orang merokok. Rudi dan Sonya tidak merokok. Mereka hanya berdiri menghadap pemandangan ke arah Harbour Hong Kong. 
“ Sepertinya perugas Casino itu sudah ada deal secara pribadi dengan kamu ya sayang “ Kata Sonya dengan wajah datar namun tersungging senyum tipis.
“ Maaf. Tadi sebelum datang ke mari, aku minta agar petugas Casino mau menerima USD 10 juta.” 
“ Mengapa ?
“ Karena saya minta dia beri saya USD 2 juta atas biaya penundaan hutang kamu yang saya bayar tadi malam.
“ Tapi utang saya kan USD 5 juta, di tambah biaya yang kamu keluarkan , seharusnya USD 7 juta. Mengapa jadi USD 10 juta. “
“ Dia mau deal dengan saya asalkan dapat tambahan USD 3 juta.”
‘ Deal apa ?
“Beri saya cek sebesar USD 2 juta sebelum berangkat ke mari. “
“ Oh. “ Kata wanita itu dengan wajah menyiratkan seakan dia baru saja mengenal pria di hadapannya. “ Maafkan saya. Bukan saya tidak percaya dengan kamu. Tapi ...”
“ Apakah kamu tidak percaya bahwa semua ini saya lakukan karena saya mencintai kamu. Dan uang itu semua kamu yang akan pegang. ‘
“ Maafkan saya...” kata Rudi dengan nada menyesal.
“ Ya udahlah. Engga apa apa. Saya maklum. Bagi mu uang begitu penting.” Kata Sonya sambil melangkah ke dalam gedung “ Baiknya kita kembali ke ruang meeting” Rudi mengikuti langkah Sonya. Nampak petugas Casino itu juga menyudahi merokoknya dan mengikuti mereka. 
Ketika sampai di ruang meeting, John tersenyum kepada mereka “ Ini bukti transfer dana yang USD 10 juta. “ Kata John sambil menyerahkan bukti transfer kepada Sonya dan kemudian menyerahkannya kepada petugas Casino. Pada waktu bersamaa petugas Casino itu menyerahkan NCD asli yang ada di tangannya kepada Sonya.
“ Boleh minta passport anda ? Kata John kepada Petugas casino, yang segera menyerahkannya kepada John. Setelah photo scene, passport itu di kembalikan kepada Petugas casino.
“ Terimakasih, Senang deal dengan anda semua. “ Kata petugas Casino sambil menatap mereka semua yang hadir di ruang meeting “ Saya harus segera kembali ke Macao. “ Lanjutnya. Pria itu berdiri dan keluar dari ruang meeting. Tinggal hanya sonya dan Rudi.
“ Bagaimana dengan yang USD 10 jutanya lagi ? Kata Sonya.
“ Kami beri anda Tunai USD 200,000 dan sisanya US-Tbill. Kita akan ambil di safety box di bank yang ada di tempat tadi kita datangi. Nah sekarang serahkan kepada kami NCD itu dan kita ke bank ambil uang sisanya “ Kata Notaris itu. Sonya mengangguk dan segera menyerahkan NCD itu kepada John 
*** 
Setelah keluar dari ruang Safety Box, Tommy menyerahkan tas kepada John. Mereka pergi ke ruangan private yang disediakan khusus untuk nasabah. “ Silahkan hitung uangnya. “ Kata John. Sonya menghitung uang itu dengan cepat , juga lembaran Tbill yang ada. Dia mengangguk. Tas itu berpindah tangan ke Sonya. Segara Sonya melangkah ke ruangan priority banking untuk menjual T-BIll itu kepada bank dan transfer ke rekeningnya. Semua proses itu hanya berlangsung 30 menit selesai. Mereka saling berjabat tangan sebelum berpisah. 
“ Sayang, temanin saya dulu ke bank untuk cairkan cek dari petugas Casino tadi “ Kata Rudi kepada Sonya.
“ OK “
Dengan taksi mereka meluncur ke kawasan financial center. Ketika sampi di bank, Sonya menanti di ruang tunggu bank dan Rudi ikut antrian untuk di layani. Selang beberapa menit cek , Rudi sudah dilayani oleh petugas bank. Cukup lama menanti pencairan cek itu. Tak berapa lama petugas Satpam mendatangi Rudi dan membawanya ke ruang khusus. Rudi masih bingung ada apa ini. Apa ada yang salah?. Dia melirik keruang tunggu, Sonya sudah tidak ada ditempat itu. 
“ Cek ni falsu. Anda harus tunggu sampai polisi datang.”
“ Tapi saya dapatkan dari petugas Casino. “
“ Nanti jelaskan saja dengan Polisi.” Kara petugas SATPAM 
***
Polisi terpaksa menahan Rudi sampai investegasi soal cek palsu ini selesai. Dia berusaha menghubungi Sonya tapi telp tidak bisa di hubungi. Keesokan siangnya , Rudi di minta keluar dari sel oleh Petugas untuk bertemu dengan seseorang. Betapa terkejunya dia. Di hadapannya ada Tommy bersama Notaris. Dia heran mengapa Tommy ada di kantor Polisi padahal dia tidak pernah beri tahu. Barulah dia menyadari semua yang terjadi setelah Polisi menjelaskan bahwa keberadaan Tommy sama dengan dia. Tommy di laporkan oleh trader karena menjual NCD yang telah di leverage malalui pasar derivative
“ Bukankah NCD itu asli “ Kata Rudi.
“ Benar asli. Tapi NCD itu sudah sejak tahun lalu di gadaikan dalam leverage trading. Artinya memang tidak lagi di perlukan billyet asli. Semua udah menjadi digital asset.” Kata Polisi. “ Nah sekarang beri tahu kami dari mana anda dapatkan NCD itu ? Lanjut polisi itu kepada Tommy dan Rudi.
“ Dari Sonya “ Kata Tommy. Seraya menyerahkan semua dokumen yang ada ditangannya berserta poto copy passport.
" Tolong anda periksa passpor ini yang mungkin ada kaitannya dengan wanita yang jebak saya. Dia petugas Casino. " Kata Jhon, seraya menyerahkan copy passport petugas Casino
“ Tunggu sebentar , biar kami periksa passport ini. “ kata polisi, keluar dari ruang pemeriksaan. Tinggalah Tommy dan Rudi di ruangan itu.
“ Bagaimana kamu tahu saya ada sini “ Tanya Rudi kepada Tommy.
“ Saya juga kaget kamu ada di sini. Ketika di tangkap Polisi, saya menyebut nama kamu. Karena saya yakin kamu sedang bersama wanita itu. Sekarang, dimana wanita itu ?
“ Pergi begitu saja ketika saya sedang cairkan cek di bank.”Kata Rudi lesu.” Bagaimana ini bisa terjadi ? Bukankah kita punya team ahli perbankan, si lawyer itu? Lanjutnya sambil menunjuk ke arah John
“ Dia pun tidak paham. Karena ini memang operasi yang sangat sophisticated. Mungkin tidak banyak orang tahu dan paham.”
“ Mengapa ? Kata Rudi
“ Kita udah lakukan verifikasi melalui jalur normal dan semua bilang confirmed. Tapi siapa sangka ketika kita eksekusi kontrak penjualan dan listing di market, ada pihak yang laporkan bahwa NCD Itu sudah di gadaikan setahun lalu oleh seseorang.” Kata John yang menurut Tommy ahli perbankan.
“ Dimana di gadaikannya ? Siapa yang laporkan ? 
“ Polisi tidak bisa kasih tahu. Karena si pelapor itu di jamin kerahasiaanya oleh hukum.”
" Mengapa harus di rahasiakan" Kata Rudi dengan nada kesal.
" Karena di gadaikan melalui pasar 144 A SEC. " 
"Apaitu 144ASEC?
" Perdagangan rahasia yang di akui oleh UU Amerika. Makanya kita tidak bisa tahu itu asli atau tidak sebelum kita eksekusi kontrak penjualan dengan agent sekurities "
" Jadi kita hanya tahu itu asli dari lihat phisiknya "
" Ya"
" Mengapa pejabat bank tidak tahu bahwa NCD ini sudah di gadaikan?
" Karena memang bukan urusan bank soal keberadaan NCD ini setelah di terbitkan. Kecuali NCD itu di gadaikan ke bank penerbit."
" Oh Tuhan. Kita pikir kita hebat ternyata benar kata orang di atas langit ada langit. Hasil kerja puluhan tahun sebagia penipu hilang begitu saja. Dan sekarang kita harus menghadapi hukuman" Kata Tommy. 
Pembicaraan itu terhenti ketika Petugas polisi datang. “ Semua paspor ini palsu. Kami juga sudah hubungi Manager Casino, tidak ada nama petugas Casino seperti tertera di passpor ini.Terpaksa kasus berhenti hanya sampai pada kalian. Kalian akan menghadapi hukum fraud di Hong Kong. “ Kata polisi dengan nada dingin. 

***
Suatu senja di sebuah kepulauan pacific, wanita itu berjalan menyusuri pantai berpasir putih bersih. Dari kejauhan nampak resort hotel mewah untuk kalangan jetset. Dia terus melangkah dan kemudian berhenti menghadap ke kaki langit. Warna merah langit berangsur angsur padam seiring surutnya mata hari di peraduannya. Malam menjemput dan dia tersenyum. “Semakin banyak pria bego semakin mudah cari uang di dunia ini...” Katanya berguman. 

Monday, April 27, 2020

Maafkan Mama sayang..

Wanita yang dinantinya tak juga datang sebagaimana janji sebelumnya. Sudah lebih satu jam terlambat. Ia mulai paranoia dengan keadaan ini. Mungkinkah Muktar sahabatnya berbohong kepadanya. Atau hanya sekedar mempermainkannya. Tapi melihat pertemuan kemarin dalam acara ulang tahun sahabatnya di sebuah café , dia yakin sekali bahwa wanita itu menyukainya. Itu terlihat dari pancaran matanya. Juga wanita itu sendiri yang berjanji untuk bertemu kembali. Karena itulah pertemuan ini diadakan , untuk berdua saja menikmati senja menjelang malam di dermaga yang membawa irama angin senja. Tentu remontis. Itujuga kehendak dari wanita itu.
Ia senang , namun kini dia mulai paranoia. Mungkinkah ini hanya sekedar permainan sesaat dari kata kata yang berlompat dari suasana pesta dansa. Benarlah, lewat dua jam, wanita itu tak juga datang. Deni melangkah keluar dari dermaga itu bersama hembusan lembut angin malam.
Keesokannya Wanita itu datang kekamar Kosnya. Ketika pintu kamar tersibak, Wanita itu tanpa canggung menghempaskan tubuhnya ditempat tidur sambil menatap langit langit kamar itu. Dia terdiam menyaksikan sikap wanita itu. Barang sejenak Wanita itu memejamkan matanya dan kemudian bangkit dari rebahannya dan melangkah mendekati meja dimana ia duduk dalam kebingungan
“ Maafkan aku. Kemarin aku ada urusan dengan seseorang yang tak bisa kutinggalkan. Aku tahu kamu menungguku. Aku juga tahu kamu kecewa. Maafkan aku.” Kata wanita itu.
Wanita itu bicara tentang “seseorang”. Dia berkerut kening. Siapa seseorang itu sehingga Wanita itu begitu mudahnya melupakan janjinya. Tentu istimewa. Beberapa hari kemudian , akhirnya dia dapat bertemu kembali dengan wanita itu. Sejak pertemuan itu hubungan mereka semakin dekat. Benih benih cinta semakin tumbuh subur. Mereka terasa tak ingin terpisahkan.
Suatu ketika…
“ Aku tahu dari Muktar kamu sedang menyusun tugas akhir. Sebentar lagi kamu akan jadi sarjana. Hebat. Apa rencana kamu setelah lulus” wanita itu mengambil tumpukan kertas diatas meja dan membacanya dengan cepat. Tidak tahu apakah Wanita itu mengerti atau tidak apa yang ditulisnya. Namun dari pancaran wajah cukup menunjukan wanita itu mengaguminya. Wanita itu tersenyum namun ada magnit yang membuat dia lupa bahwa dia sedang berhadapan dengan arung jeram yang berarus kuat, yang bisa menyeretnya dalam petualangan yang tak terbayangkan.
Berusaha dia menahan dorongan magnit dari mata wanita itu. Semakin lama magnit itu sudah menyelimuti semua ruang kamar kosnya.. Berusaha dia mengalihkan pandangan mata dari wanita itu, semakin dia tersedot arus kencang. Maka yang terjadi terjadilah. Benarlah ketika sampai diujung perjalanan , dia terhempas jatuh setelah berseluncur di air terjun dan akhirnya dia terkapar dikolam yang tenang..
“ Maafkan aku“ kata wanita itu dengan suara tertahan tangis. Disebelah kamar kos terdengar suara musik dengan lagu A lovers concertos. melangkah kearah mejanya sambil mengisap sebatang rokok. Wanita itu mulai berwajah murung. Lagu itu yang terdengar sayup sayup membuat dia larut dalam lara. Karena harapannya akan sirna untuk dicintai dengan tulus.
“ Siapa pria yang telah mendahuluiku, MIra “ Tanya Deni dengan dahi berkerut
“Bukan urusanmu. Itu masalaluku.”
“ Mengapa kamu tidak terus terang sedari awal” Kata Deni dengan suara agak meninggi.
“ Baiklah. Apakah setelah ini kamu akan melupakanku. Kamu kecewa dengan keadaanku. Katakan kepadaku yang sejujurnya. Aku siap mendengar yang terburuk” kata Mira  tanpa peduli dengan nada sesal dan kesal dari Deni.
Deni hanya diam. Mira juga diam. Keliatannya wanita tak ingin lama lama dengan suasana seperti itu. Dia mengenakan pakaiannya dan pergi tanpa menoleh , tanpa salam kepadanya. Pergi menembus malam pekat. Bagi Deni inilah akhir dari pertemuan itu. Besok dan besok tentu tidak akan ada lagi wanita itu dihadapannya. Menyesalkah dia dengan peristiwa yang baru terjadi? Dia sendiri tidak tahu. Karena hidupnya masih dipenuhi banyak impian yang belum terjelma menjadi kenyataan. Melupakan wanita itu adalah cara terbaik untuk mendapatkan yang lebih baik. Dan lagi , tentu bagi wanita itu hal seperti ini suda biasa dilakukannya.
***
Berkedip-kedik kelopak mata Mira, menahan silau matahari pagi. Dengan susah payah dipanggulnya karung berisi pakaian yang sudah dijahitnya. Dia merasa sangat lelah sekali hari ini. Butir-butir keringat terus menetes di seputar wajah, membuat bedaknya luntur dan terlihatlah wajah aslinya yang justru tampak lebih ayu dan matang. Nun di kejauhan, di antara lalu lalang kendaraan, Mira melihat suasana pasar cukup ramai. MIra kian mempercepat langkah tak ingin terlambat datang ke ruko Faisal, juragan konveksi di kotanya.
Hari ini Mira perlu uang. Puput, anak semata wayangnya yang baru masuk TK, sudah empat hari sakit, tak bisa berangkat sekolah. MIra sedih melihat keceriaan Puput yang baru masuk TK pudar gara-gara sakitnya tak kunjung sembuh. Sudah lama Puput merengek minta sekolah. Meski baru empat tahun, Mira ela menggadai kalung untuk mendaftarkan Puput di TK. Setiap pagi, sebelum menjahit, Mira mengantar Puput ke sekolah dan tersembul rasa bangga melihat Puput berseragam TK, rambut poninya berkibar-kibar, matanya binar-binar.

MIra sudah berusaha membawa Puput ke Puskesmas, tapi sakit Puput justru bertambah parah. Kini Mira bermaksud membawa Puput ke dokter. MIra tahu, biaya dokter tidak murah. Terpaksa kemarin sore Mira meminjam uang dengan rentenir walau dia sendiri tidak tahu bagaimana cara membayarnya. Tapi MIra perlu uang untuk membawa Puput ke dokter. Puput harus segera sembuh dan bisa kembali berangkat sekolah.
Terengah napas Mira sampai di depan kios Faisal. Meletakkan karung dari punggung, MIra menyeka keringat di keningnya dengan punggung tangannya. Terlihat lelah dan pucat wajah Mira usai menempuh perjalanan dari angkota ke pasar . Berkali-kali MIra menelan ludah untuk menghilangkan rasa haus. Faisal yang melihat kedatangan MIra segera datang menghampiri. Senyum Faisal mengembang.
“Kenapa hanya sekodi?” tanya Faisal menghitung pakaian dari dalam karung itu.
“Puput sakit, Bang. Rewel terus. Maaf. Tapi aku perlu uang untuk Puput….”
Mendengar nama Puput, jidat Faisal berkerut. Faisal yang hingga kini belum dikaruniai anak senang bermain dengan Puput yang cantik dan imut. Sesekali Faisal menggendong Puput keliling pasar kalau di bawa Mira. Lalu, pulangnya dibelikan jajanan. Tapi rupanya keakraban Faisal dan Puput kurang berkenan di hati Linda, Istri Faisal. Semua di pasar tahu kalau Mira punya anak tanpa suami. Janda bukan perawan udah pasti engga.
“Ada apa dengan Puput?” tanya Faisal jidatnya masih berkerut.
“Sudah empat hari sakit. Rencananya mau kubawa ke dokter….”
“Sakit apa?’
“Entahlah, badannya panas. Kejang….”
Faisal mengangguk-angguk, paham. “Tunggu di sini sebentar,” berkata begitu Faisal beringsut masuk ke dalam Rukonya. Mira ditinggal sendirian menatap matahari yang mulai merangkak naik. MIra sadar, Faisal tak ingin LInda ribut makanya meminta Mira tetap di luar Ruko di teras. Teringat dulu Linda pernah merampas boneka yang dibelikan oleh Faisal, sejak itu Puput selalu rindu dengan bonekanya tanpa dia mampu membelikanya. Dia tak ingin ribut dengan Linda dan tak ingin membalas umpatannya. Dia hanya butuh uang dengan pekerjaan menerima upah menjahit, dan itu dari Faisal.
Faisal keluar dari Ruko menyerahkan sejumlah uang kepada MIra. Kini giliran dahi MIra berkerut menatap uang itu. Uang dari jaha menjahit sekodi pakaian engga mungkin sebanyak itu. MIra urung menerima uang dari Faisal.
“Kok banyak sekali? Bukankah hanya sekodi?” MIra keheranan.
“Ini sekalian untuk periksa Puput ke dokter. Biaya dokter mahal. Ayo, terima saja. Aku sedih kalau dengar Puput sakit….” Faisal terus mengangsurkan uangnya. Matanya tulus.
MIra menatap Faisal sejenak. Lalu menggeleng.
“Kamu tidak boleh menolak. Ini bukan untuk kamu. Tapi untuk Puput!” berkata begitu Faisal meletakkan uangnya di atas karung pakaian Mira.
Nanar pandangan Mira menatap lembar-lembar uang itu. Gemetar tangannya sewaktu meraup uang itu, diletakkan kedalam dompet lusuh. Ini bukan untuk yang pertama kalinya Faisal membantu dirinya.
Mira pucat. Dokter menyarankan agar Puput dibawa ke rumah sakit. Tanpa kata-kata MIra meninggalkan ruang praktik dokter, kepalanya tiba-tiba berdenyut nyeri. Tak pernah terbayangkan oleh Mira jika suatu hari ia harus berurusan dengan rumah sakit. Berurusan dengan rumah sakit seperti berurusan dengan polisi yang pasti berbelit dan selalu berhubungan dengan duit. Hal terakhir ini yang membuat kepala MIra terus berdenyut nyeri.

Menggendong Puput yang semakin tak berdaya, MIra sampai di rumah sakit. Dia merasakan suhu badan Puput semakin panas, tubuhnya kejang. Tiba-tiba MIra teringat Deni yang hanya sekali melihat Puput ketika baru lahir dan itupun dengan wajah sinis sambil berkata “ Engga mirip saya”. MIra tak ingin Deni bertanggung jawab. Dia hanya ingin memberi tahu kejujurannya dan kalau itu tidak dipercaya, diapun bisa menerima.
Seorang petugas UGD menyambut Mira dengan senyum dingin, menunjuk loket pendaftaran pasien baru. MIra segera menghampiri loket dan bicara dengan seseorang yang duduk di balik kaca transparan. Seorang perempuan gemuk yang sesekali menatap Mira dengan tatapan ganjil.
“Ada KTP?” tanya perempuan gemuk, acuh, tanpa menatap MIra.
“Maaf, tadi saya buru-buru. Tidak sempat bawa KTP….”
“Kalau begitu ibu harus menyerahkan uang empat ratus ribu untuk jaminan.”
“Apa?”
“Empat ratus ribu untuk jaminan anak ibu dirawat di sini.” Perempuan gemuk kembali menegaskan, kali ini mendongak menatap Mira.
MIra terngungun tak bisa berkata. Gemetar tubuhnya seperti disambar petir, Dia merasakan kepalanya kian berdenyut nyeri dan berputar-putar. Cukup lama dia berdiri di depan loket, berpikir keras mencari ide agar Puput bisa dirawat di rumah sakit. Tapi otaknya selalu buntu. Apalagi saat melihat perempuan gemuk di balik loket yang terus menatap ganjil.
Tertunduk lesu, dia akhirnya beranjak meninggalkan loket. Langkahnya berat menggendong Puput yang terus kejang. Tapi baru beberapa langkah, MIra mendengar seseorang memanggil namanya. MIra menoleh mencari arah sumber suara. Tampak di depan pintu masuk rumah sakit, Faisal berdiri, senyumnya mengembang. MIra buru-buru menjauhi Faisal. Dia yakin Faisal mau membantunya keluar dari kesulitan. Sudah cukup kebaikan demi kebaikan Faisal terhadap dirinya. Dia tak ingin kebaikan itu membuat masalah bagi keluarga Faisal. Hidupnya sudah susah dan dia tak ingin membuat orang lain susah. Faisal terus mengejar Mira.
“ Mira, ada apa kamu. Puput harus di obati. Dengar !”
“ Abang, biarkan aku dengan masalahku, bang. “
“ Ya tapi kamu sedang ada kesulitan dan tidak ada orang yang bisa bantu kamu. Apa salah aku menyayangi Puput, Mir. “
MIra berhenti melangkah. Dia terduduk di lantai rumah sakit sambil mendekap Puput. Mira menangis “ Tuhan, engkau titipkan puput kepada ku tapi aku gagal melindunginya. Ampuni aku ya Tuhan. “ kata mira dengan lirih. Faisal mematung. Mira menatap Faisal dengan wajah dingin. “ Baik, aku akan bayar hutang biaya berobat Puput, walau karena itu aku harus mengepel lantai rumah abang dengan lidah saya. Apapun akan aku lakukan”
“ Mira, kamu berlebihan. Aku hanya ingin puput sembuh. “ 
Mira tak berdaya ketika Faisal membayar biaya rumah sakit dan Puput di rawat. Ketika itu malam Natal di tahun 1999. Mira menatap malam dari balik jendela kamar rumah sakit tempat Puput dirawat. Barusan tadi Faisal telah pergi setelah empat jam ikut menjaga Puput. Dia berdoa kepada Tuhan agar Puput cepat sembuh. Keadaannya semakin membaik setelah dirawat dokter RS..
***
Setelah Puput pulang ke rumah dari perawatan selama 10 hari di RS, malamnya Linda datang ke rumah kontrakan Mira. Dengan wajah marah Linda langsung mlempar bukti tagihan RS yang dibayar Faisal “ Hei, lonte!! kamu goda suami saya. Uang sebanyak ini bukan harga lonte seperti kamu”
“ Maaf Mbak. Itu saya janji akan membayarnya kepada Bang Faisal”
“ Janji bayar ? pakai apa ? pakai tubuh kamu. Dasar sundal kamu” Linda menunjuk dan menyentuh kepala Mira, yang terus menunduk. Sementara tetangga kiri kanan rumah kontrakannya berhampuran melihat kejadian itu. Puput segera merangkul Mira.” Mama…” Puput menangis. Mira memeluk erat anaknya. Sementara Linda terus mencercanya dengan segala umpatan. Mira hanya dia dan menangis.
“ Maafkan saya mbak. Saya memang orang miskin. Tapi saya janji akan membayarnya.” Kata MIra dengan terisak. “beri saya waktu” katanya lirih
“ Dasar penggoda pria. Sundal!. Engga tahu malu. “ Linda mendorong tubuh MIra. Hanpir terjatuh. “ Saya kasih waktu kamu sampai akhir bulan untuk bayar nya. Kalau engga awas kamu.”
MIra hanya diam dan tetap menunduk. Linda berlalu. Dia tutup rumah ditengah tatapan para tetangganya. Dia menangis sejadi jadinya didalam kamar “ Mama engga apa apa kan “ Kata Puput.
“ Mama engga apa apa sayang. “
“ Ya ma “
“ Put, mama tinggal sebentar ya sayang. Kamu tinggal sama Mbak Ira dulu ya. Mama akan pergi. ya sayang “ Ira adalah tetangga rumahnya yang sangat baik dan walau dia beragama kristiani. 
“ Ya ma.” Puput menatap penuh tanda tanya dalam kebingungan. Pikiran Mira kalut dengan desakan dari istri Faisal. 
“ Mbak titip Puput ya Mbak. “
“ Ya mbak. “ kata Ira sambil memeluk Puput “ sama tante ya sayang” Sambung Ira, sambil melirik Mira agar tidak perlu ragu pergi.
***
Mira pegi ke cafe yang telah 6 tahun dia tidak kunjungi. Di cafe ini dia pernah merasakan hidup penuh dosa dan sesal. Dan puncaknya ketika dia bertobat, dua kali pria melemparnya lagi ke jalan dengan alasan yang sederhana. Bahwa dia wanita kotor. Dia teringat delapan Tahun lalu ketika masih dikampung bersama ayah, ibu dan adik adiknya.
***
Sumito terjatuh. Batu kapur yang ada dipikulannya juga terjatuh. Sementara tubuhnya berguling guling menuruni tebing. Tidak ada yang memar pada tubuhnya karena memang tepat pijakannya tanah becek yang habis disirah hujan. Namun kaki dan bahunya lecet walau tak berdarah. Ini cukup membuat dia meringis. Sementara teman temannya yang melihat kejadiaan itu tertawa terpingkal pingkal. “ Makanya , pikiran kamu jangan kerumah terus. Engga usah dipikirin rumah. Kita disini kerja aja. “ Kata temannya sambil berteriak. “ Dan lagi apa yang mau dipikirin , wong kerja sekeras apapun, tetap aja tidak cukup untuk makan sehari. “ Kata temannya yang lain. Mereka mengetahui bahwa Sumito sedang dirudung masalah keuangan. Istrinya sedang hamil tua dan dia bingung mendapatkan uang untuk membawa istrinya kerumah sakit atau kebidan atau kedukun.
Tapi sebetulnya bukan itu yang dipikirkannya. Dia sedang bingung mendapatkan uang untuk rencananya pergi menjadi TKI. “ Wah…mahal sekali biayanya !” Sumito mengerutkan kening, ketika mengetahui biaya yang harus disediakannya untuk mengurus keperluaanya berangkat ke luar negeri sebagai TKI. “ Darimana aku mendapatkan uang sebanyak itu,??“
Pikirannya selalu kepada Bejo. Sahabatnya sejak masa kanak kanak. Lima tahun lalu Bejo pergi ke luar negeri menjadi TKI dan sekarang kehidupan keluarganya telah berubah. Rumahnya sudah berdinding beton. Televisipun sudah menyala dirumah. Istrinya sudah pula mengendari motor sendiri dan tidak perlu berjalan kaki kepasar . Anak anaknya juga dapat bersekolah dengan pakaian bagus. Sementara Sumito masih terjepit dengan kesulitan hidup dan tidak pernah dapat merasakan makan cukup setiap harinya. Walau penghasilannya sebagai buruh penambang kapur meningkat dari tahun ketahun namun harga harga terus meroket melebihi kenaikan penghasilannya. Berganti tahun, tidak ada kemajuan , kecuali anak yang dilahirkan terus bertambah.

Sumito kadang mendengar cerita tentang penderitaan para TKI dinegeri jiran itu dari teman temannya. Bekas guratan pecutan dipunggung dari para TKI yang baru datang menjadi cerita seram bagi siapa saja yang ingin mencoba merubah nasip dinegeri orang. “ Hidup dinegeri sendiri jauh lebih enak. Makan ora makan yang penting kumpul. “ Demikian temannya yang lain mengomentari penderitaan para TKI diluar negeri. Tapi bagi Sumito ,masalahnya adalah ora makan ya mati !. Semua orang dinegeri ini senang dengan dirinya sendiri. Yang miskin , semakin miskin dan yang kaya semakin kaya. Seperti halnya Pak Haji pemilik tambang kapur itu , andai dapat menghentikan kebiasaan pergi haji tiap tahun dan membagikan uang pergi haji itu untuk menaikkan penghasilan buruhnya tentu akan sangat berarti bagi hidupnya. Tapi , kenyataanya Pak haji lebih doyan jalan jalan kemekah daripada berbagi.
Dia memikirkan nasipnya dan tentu juga nasip masa depan anak anaknya. Anaknya yang tertua sudah berangkat menjadi wanita belia. 17 tahun usianya. Yang nomor dua juga wanita, berumur 14 tahun. Yang terakhir sekarang masih dalam kandungan istrinya. Inilah yang menyesakkan hatinya. Karena berkali kali ada pria dari kota datang kekampungnya untuk membujuknya menyerahkan anak gadisnya bekerja di kota dengan penghasilan tinggi. Juga pria itu berjanji akan membantu mengurus segala sesuatunya untuk dapat bekerja sebagai TKI. Syaratnya ya , dia harus rela menyerahkan anak gadisnya dibawa oleh pria itu. Ketika masalah ini disampaikan kepada istrinya , tidak ada komentar apapun dari istrinya. Sumito mengetahui bahwa cerita duka para wanita yang bekerja di kota dinegeri ini jauh lebih seram dibandingkan cerita duka para TKI diluar negeri. Hanya bedanya derita duka wanita pekerja di negeri ini jarang sekali masuk Koran atau TV.
Hari telah berangkat sore. Ditangan Sumito ,tergenggam uang Rp. 20,000 sebagai upah kerja kerasnya seharian menjadi kuli penambang batu kapur. Setelah dipotong ongkos ojek dan angkutan umum maka yang tersisa sampai dirumah hanyalah Rp. 14,000. Itupun kalau dia tidak makan siang. Bila dia harus makan siang maka yang tersisa hanyalah Rp. 7500. Agar dapat menghemat uang, diapun terpaksa pulang seminggu sekali dan makan sekali sehari. Kemana harapan akan dijemput untuk masa depannya? Ya bila malam datang maka selalu ada agent togel yang datang ketempat kosnya. Tapi Sumito memilih tidak mengadu nasip lewat kupon togel. Mungkin dia termasuk orang yang pengecut menghadapi ketidak pastian walau harapan besar.. Beda dengan temannya ,yang tidak peduli dengan resiko kalah . Bagi mereka selagi ada harapan maka togel adalah hiburan tersendiri. Setidaknya mereka masih dapat hidup dalam harapan untuk besok dan besok. Walau besok tidak pernah datang.
Ini akhir minggu. Jadwalnya harus kembali kerumah. Ditangannya ada uang tidak lebih Rp. 65,000 dan tentu setelah dipotong ongkos maka akan sampai ditangan istrinya tidak lebih Rp. 60,000. Itulah uang yang harus dihemat istrinya untuk makan selama seminggu lagi. Terlalu sulit dikatakan cukup dan terlalu jauh disebut manusiawi. Tapi itulah nasip yang harus ditanggungnya. Dia harus berbuat sesuatu untuk merubah nasipnya. Bayangan tentang keberhasilan Bejo sebagai TKI telah membakar semangatnya bahwa saatnya dia harus hijrah mencari ruang yang bisa membayarnya dengan manusiawi. Tapi, membayangkan nasip anak gadisnya , diapun menjadi ngeri.
Ketika dia sampai di rumah, didapati istrinya sedang terduduk muram dibale bale. Nampak mata istrinya sembab.
“ Apa yang terjadi , Sur ? “ Katanya lembut.
Surti langsung menghambur memeluknya“ Maafkan aku, Mas..Mira sudah pergi kemarin.” Kata istrinya.
“ Pergi kemana ? “ Sumato terkejut dan terus berlari keluar kamar dan berteriak teriak memanggil nama anak gadisnya.
“ Mbak Mir, sudah pergi ..” Anak gadis yang nomor dua menatap kosong kearahnya. Sumato terduduk lemas.
“ Mas, Dia sendiri yang maksa untuk ikut kerja kekota. Aku sudah berusaha melarangnya tapi dia tetap maksa…” Sumato melirik kearah istrinya yang terduduk sambil memegang bahunya. “ Ini ada surat dari Mira. “ Lanjut istrinya sambil menyerahkan surat itu.
Ayah…
Kita miskin. Setiap hari aku melihat kita selalu kekurangan. Adik sudah lama berhenti sekolah dan nasipnya tidak lebih sama dengan aku. Kelak , sebentar lagi adik akan lahir lagi. Tentu nasipnya akan sama dengan kami. Tidak ada pendidikan, kurang gizi dan tidak ada masa depan. Kita tidak punya apa apa lagi untuk kita jual agar memberikan kesempatan bagi Ayah dapat hijrah bekerja ditanah Jiran. Pergilah , Ayah…kita sekarang sudah punya cukup uang. Pak Darto memberikan uang kepada Ibu. Aku rasa itu cukup untuk mengurus segala sesuatunya yang Ayah perlukan untuk menjadi TKI.“ Ayah..Kalau ayah sudah berhasil ditanah Jiran, kirimilah kami uang agar kita bisa membayar hutang kepada Pak Darto. Aku ingin dikampung menemani Ibu dan mendidik adik adiku. Maafkan aku Ayah bila lancang berbuat tanpa restu ayah. Namun itulah mungkin yang bisa aku lakukan untuk Ayah, untuk keluarga kita. Aku akan baik baik saja. Doakan Aku ya Ayah…Mira.
Sumito, tak bisa menahan tangis. Terlalu mahal harga yang harus dibayarnya, hanya karena ingin dihargai sebagai manusia dan mendapatkan bayaran dari tenaganya. Dia hanya dapat berdoa , semoga Mira akan baik baik saja. Besok, ya tentu besok, Istrinya akan melepasnya pergi ke tanah Jiran untuk menjadi kuli dinegeri orang dan sementara anak gadisnya sudah lebih dulu pergi kekota untuk menjadi pelacur dinegerinya sendiri.
***
Lamunan Mira melambung ke perisitiwa enam tahun lalu.. dari kampong dia dibawa ke rumah penampungan, tepat sebuahnya Ruko dengan tiga lantai, yang disebut Mess. Setiap lantai ada 4 kamar, yang masing masing berukuran 4x3 meter. Masing masing kamar berisi dua tempat tidur bertingkat. Setiap tempat tidur untuk satu orang. Mess itu ada pengurusnya. Mira dan teman temannya menyebut Papi  dan Mami. Karena memang sepasang. Hanya briefing singkat ketika mereka datang ke mess itu. Bahwa tugas mereka melayani para tamu di sebuah tempat Karaoke. Tapi sebelum Mira menempati Ruko itu, dia terlebih dahulu tinggal di hotel bintang 3 selama seminggu untuk melayani tamu yang membayar keperawanannya. Makanya ketika sampai di mess itu dia sendiri sudah tahu apa tugasnya. 
Awalnya dia menderita dengan keadaan hidupnya. Tetapi setelah berkumpul dengan teman temannya di mess, teman senasip, lambat laun di bisa menerima kenyataan. Bahkan akhirnya dia menikmati kehidupan itu. Setiap bulan dia bisa mengirim uang kekampung dan gaya hidupnya pun berubah. Kalau tadi dia merasa takut takut tapi kini dia tampil selalu menggoda tamunya agar di booking setelah usai Karaoke. Suatu saat dia mendapatkan tamu psikopat yang hamper membunuhnya. Dalam keadaan terluka dia dibawa ke rumah sakit. Setelah seminggu dalam perawatan dia kembali bekerja. Namun keadaan jiwanya tak lagi tenang karena masih trauma dengan kejadian itu.  Dia ingin berhenti tapi tidak ada uang untuk membayar hutang kepada Mami. Setelah setahun bekerja di dunia malam, akhirnya dia berkenalan dengan tamu Karaoke yang berempati dengannya. Menawarkan dia untuk tinggal di rumah Singgah khusus wanita malam yang ingin taubah. 
Rumah Singgah itu semacam tempat rehabilitasi. Ketika dia datang kerumah itu, ada 8 wanita yang nasip dengannya dan berniat ingin bertobat. Pemilik Rumah Singgah itu adalah Jaka. Di rumah singgah itu dia belajar kursus menjahit pakaian dan membuat design pakaian, belajar ilmu agama. BIaya hidup sehari hari di tanggung oleh pemilik Rumah Singgah itu. Selama tinggal di rumah Singgah itu dia tidak pernah lagi bertemu dengan Jaka. Setiap hari bila dia butuh sesuatu tinggal bicara dengan pengurus Rumah Singgah, seorang wanita. Namun hanya tiga bulan, dia merasa bosan. Dengan janji akan pulang ke kampong, dia minta modal kepada pengurus Rumah Singgah agar dapat bisa memulai hidup barunya. 

Tapi ternyata uang yang dia terima seharusnya untuk modal malah dia gunakan untuk pesta. Mendatangi tempat hiburan malam sambil menghabiskan uang. Hanya seminggu uang itu habis. Dia terpaksa mencari pelanggan di bar dan café untuk menyambung hidupnya. Saat itulah dia bertemu dengan pria yang ingin menikahinya. Empat bulan kemudian dia menikah namun perkawinan itu hanya bertahan tiga bulan. Karena perkawinannya di ketahui oleh istri pertama dari suaminya. Dia memilih mundur dan melupakan pernikahannya.  
Diapun kembali ke dunia malam. Saat itulah dari temannya Muktar dia berkenalan dengan seorang pria, Deni. Entah mengapa kenalan pertama, dia tidak melihat Deni sebagai pelanggan tapi pria yang membuat dia jatuh cinta. Awalnya dia ragu untuk memulainya tapi akhirnya dia beranikan melakukan tindakan cepat. Dan cepat pula berlalu dan setelah itu dia hamil. Mira tidak bodoh untuk mengetahui bahwa anak dalam rahimnya itu buah dari hubngan dengan Deni. Karena hubungan itu tanpa alat kontrasepsi dan dia lakukan sehari setelah dia bersih dari datang bulan. Denga kekecewaan Deni terhadap dirinya, membuat dia terluka dan menyesal akan kehidupan masa lalunya. Sejak itupula dia berniat benar benar bertobat dengan menjaga cabang bayi dalam rahimnya tumbuh. Mira tahu dia banyak dosa dengan menzolimi dirinya sendiri tapi dia bukan pembunuh. Apalagi bayi dalam rahimnya ada karena kehendak Tuhan. Ini pesan cinta dari Tuhan agar dia melihat kehidupan dengan mata hati dan sabar. Tentu ada hikmah.
“ Lagi sendirian ..? lamunan Mira buyar oleh teguran pria yang seraya duduk disebelahnya.
" Ya...” jawabnya sekenanya
Dengan ramah pria itu mengulurkan tangan kearah MIra “ nama saya Rudi “ Kata pria itu memperkenalkan diri. “ saya, Mira”
“ Dari wajahnya keliatan kamu sedang galau? “
MIra terdiam sebentar namun wajah anaknya dirumah membayang. “ Ya. Saya butuh uang untuk membayar hutang biaya membawa anak saya kerumah sakit. Malam ini saja. Tapi saya tidak tahu bagaimana mendapatkannya. Saya bingung“ lanjutnya sambil menahan tangis.
“ Berapa perlu uang ?
“ Sepuluh juta “
Pria itu terdiam, seakan memikirkan sesuatu. " Baiklah.. saya aka membantu. “ Kata pria itu dengan tersenyum. Mira terkejut dan hampir tidak percaya begitu mudahnya kebaikan datang kepadanya. Namun ” Tapi kamu harus ikut saya” Lanjut pria itu.
“ Mengapa ? “ Ada perasaan ragu dan curiga. Karena dia baru mengenal pria ini. Tapi wajah wajah Linda yang mengancam dan menghinanya membuat dia lupakan rasa kawatir tersebut.
“ Baiklah, pak. Saya ikut anda “ tak ada pilihan. Mira pun mengikuti pria itu yang menuntunnya kedalam mobil sedan . Didalam kendaraan dia hanya terdiam “ ya Allah, beginikah akhirnya. Kini aku berdua satu mobil dengan pria yang bukan muhrimku. Akan pergi ketempat yang tidak aku tahu. Akankah kugadaikan keimanan dan taubahku hanya karena ingin menyelematkan harga diriku dihadapan manusia. Pantaskah aku mendapatkan keadilan terhadap kelemahanku ini. ” Hati MIra berbisik dan terasa pirih.
Sesampai disuatu hotel. Pria itu mengunci kamar dan mereka hanya berdua. Sambil membuka dompet pria itu mengeluarkan uang Rp. 50.000 sepuluh lembar. Masih dengan tersenyum pria itu merangkul pundak Mira. ” Sepuluh juta akan kamu dapatkan dari teman saya. Tapi harus kamu bayar. Ya kamu punya masalah dan kamu bayar masalah itu dengan bekerja seperti sekarang melayani saya. Kita saling tolong, ya. ” kata pria itu sambil mengepalkan uang itu ketangan MIra.
“ Berapa usia kamu ? “ tanya pria itu dengan mendekatkan wajahnya kekuping Mira.
“ 24 tahun pak “ jawab Mira tetap tanpa reaksi apapun
“ Sudah punya anak “ kembali Pria itu mengeluarkan dengusan nafasnya. Hngga membuat bulu roma Mira berdiri.
" Sudah pak. Satu, usia lima tahun. “
Dan seketika itu juga dia teringat Allah. Teringat janji tauhbahnya kepada Tuhan. Entah darimana keberanian itu muncul. MIra berdiri dan melepaskan pagutan tangan kekar itu di pundaknya serta melemparkan uang yang ada ditangannya. Dia berlari menuju pintu dan terus berlari menembus kegegelapan malam yang semakin dingin.
Mira berhenti ketika sampai di Halte. Dia lelah dan berkeringat. Dia menangis seorang diri di halte itu. Entah mengapa dia teringat dengan seseorang yang begitu baik. Dia naik kendaraan kearah Rawamangun kealamat rumah yang pernah dia tinggal selama 3 bulan ketika melewati proses taubah enam tahun lalu sebelum dia lari dari rumah itu.
“ Mira “ terdengar suara wanita yang langsung memeluknya. “ Kemana aja kamu ? 
“ Aku tinggal di Bogor, Din. “ Kata Mira dengan sikap kaku.
“ Bang Jaka tanyain kamu.”
“ Ya aku salah. Karena pergi tampa pamit ke dia”
“ Bulan depan aku akan wisuda. “ Kata Dina.
“ Alhamdulilah. Terkabulkan juga cita cita kamu.
“ Ya berkat bang Jaka.”
“ Berapa orang tinggal dirumah ini sekarang?
“ Tinggal empat orang. Yang lain ada yang menikah dan ada yang dapat kerjaan di luar kota. Bang Jaka engga mau nambah orang lagi. Dia lagi susah. Usahanya lagi oleng karena krismon. Rencananya rumah ini akan di jual. Duduk ya. Aku ambilkan minum untuk kamu.”
Mira memadang seisi rumah. Nampak tidak ada perubahan dari 6 tahun lalu sejak dia tinggalkan. Jaka dia kenal di KTV dan Jaka juga yang menyelamatkannya dari dunia hitam. Jaka yang memberinya tempat tinggal di rumah Singgah ini dan memberinya kesempatan belajar menjahit. Yang tamat SMU dia kuliahkan. Yang tidak tamat SMU di kursuskan ke trampilan. Jaka sendiri tidak pernah datang ketempat mereka. Setiap bulan ada staff nya mengantar uang belanja dan kebutuhan mereka untuk kursus dan kuliah.
“ GImana keadaan kamu, Mira “ Tanya Dina ketika kembali ke ruang tamu dengan segelas minuman sirup.
Mira menceritakan keadaanya panjang lebar sejak kepergian dari rumah itu. Dia juga menceritakan tentang keberadaan balita bersamanya. Namun air matanya tak bisa di bendung ketika menceritakan peristiwa dengan istri Faiasal dan ancaman. Dia sadar bahwa dia salah. Tidak seharusnya dia terima bantuan dari Faisal. Tapi dia tidak berdaya. Dina terdiam, dengan air mata berlinang mendengar ceritanya. Bagi Dina tak ubahnya dengan Mira ,menjalani taubah itu tidak mudah, apalagi dalam kemiskinan. Apalagi ketika Mira cerita perisitwa barusan saja terjadi. Dia berhasil istiqamah keluar dari jebakan yang akan menghantarnya kelembah hitam. Padahal dia tahu itu satu satunya solusi.
“ Gimana kalau kita telp Bang Jaka. Mungkin dia ada jalan keluar untuk kamu ?
“Engga usah Din. .Aku malu. Malu sekali. Bang Jaka terlalu baik tapi aku yang tidak pandai berterima kasih.”
“ Engga apa apa. Dia kan abang kita. Bang Jaka, akan marah kalau tahu kamu datang engga bilang ke dia.” Kata Dina langsung pergi ketempat gagang telp yang ada diatas bupet ruang tengah. Tak berapa lama setelah Dina bicara , Dina memanggil Mira. “ Dia ingin bicara dengan kamu ? 
Mira mengambil gagang telp itu dengan gemetar. “ Ya bang”
“ Kamu kemana aja ?.”
“ Maafkan aku bang.” 
“ Ya udah. Besok orang akan antar uang untuk bayar hutang kamu. Ambil uang sama Dina“
“ Ya bang. “ 
“ Apa usaha kamu sekarang ? 
“ Menjahit bang. Jahit kodian.”
“ Baguslah. Jaga kesehatan kamu. Jangan tinggalkan sholat”
“ Ya abang..” Mira tak bisa menahan tangis. “Abang maafkan aku, terimakasih abang “
“ Ya udah.” Telp dimatikan.
Dina memeluk Mira.” Tadi bang Jaka terima telp dari luar negeri. Kita doakan semoga bang Jaka sehat dan urusannya dilancarkan Tuhan. “
Sesampai di rumah. Di peluknya Puput dengan erat. “ Puput yuk kita doa kepada Tuhan. Puput amin kan dan mama yang doa ya”
“ Ya ma.”
“ Tuhan, rasanya aku tak pantas minta kepada Mu. Karena begitu banyak dosaku. Tapi Ya Allah, ada manusia yang telah menolongku menuju taubah dan kini dia tetap berharap agar aku tetap dalam taubah itu Ya. Allah. Kalau boleh aku memohon maka lindungilah pria itu, beri dia kesehatan dan mudahkan segala urusannya. Amin..”
“ Amin” 
“ Yuk kita tidur ya sayang..” dengan cepat Puput tertidur pulas.
***
Walau terlambat masuk sekolah tapi Puput tak sedikitpun berkecil hati. Dia cerdas dan sungguh sungguh belajar. Pekerjaan Mira sebagai penjahit kodian juga menerima pesanan khusus dari pelanggannya . Mira terus bekerja keras. Dari pekerjaan inilah Mira membiayai hidupnya bersama Puput. Walau tak berlebih uang yang bisa dia tabung namun dia bersyukur kepada Allah. Ketika Puput hendak masuk SMU, Mira mengajaknya pulang kampung. Setelah 15 tahun dia pergi meninggalkan rumah, kini dia datang bersama putrinya yang tak jelas siapa ayahnya. Namun kerinduan kepada orang tua dan adik adiknya menguatkannya untuk pulang.
Ketika dia sampai dirumah, tinggal hanya ibunya dengan adik perempuannya yang bungsu di kampung. Sementara Ayahnya masih di luar negeri sebagai TKI dan adik perempuannya yang satunya juga di luar negeri sebagai TKW setelah bercerai dengan suaminya. MIra tidak ingin bercerita banyak tentang masa lalunya. Soal Puput , dia hanya berbohong bahwa itu hasil pernikahan yang gagal. Namun dia tahu bahwa ibunya mengetahui dia berbohong. Ibunya bisa menerima keadaannya. MInta dia bersabar..
Puput tumbuh menjadi remaja yang cantik jelita. Mirip Mira. Keteduhan wajahnya yang senantiasa berhias senyum untuk MIra , telah membuat hidup Mira begitu sempurna. Puput bisa mandiri menyelesaikan urusan di dapur dan keperluanya sendiri. Mira bersyukur walau masa lalunya buruk tapi Allah mengirim anak manusia, putrinya untuk mendekapnya dengan cinta. Apalagi Puput tumbuh menjadi remaja yang sholeh.
” Mama , Puput pakai jilbab aja, ya. ” Katanya satu hari.
” Ya, Anak Mama semakin cantik kalau pakai jilbab ” Kata Mira
’ Puput hanya tak ingin diganggu teman teman pria di sekolah. Puput hanya inign terus belajar biar bisa dapat kerja setelah tamat sekolah. Puput ingin ketemu papa...” Tak pernah sakalipun dia meninggalkan sholat. Kadang lama dia berdoa dan bila MIra tanya ” Apa yang Puput minta kepada Tuhan ”
” Puput hanya ingin Papa cepat pulang, Ma. ” Katanya. Pinta tulusnya adalah derita bagi Mira. Saat itu juga Mira merasa bersalah, apalagi ingat masa lalunya. “Maafkan mama, sayang.” Kata Mira dalam hati dengan berderai lara. MIra memang berbohong bahwa Papa puput pergi keluar negeri bekerja. Itu saja. Puput tdak tahu bahwa Papanya tidak pernah mengakui keberadaannya.
Satu hari yang tak pernah Mira lupakan. ” Ma, Puput dapat surat dari Universitas. Puput diterima Ma.” Puput memperlihatkan surat itu kepada Mira. Puput memang pintar disekolah. Puput fasih bahasa inggeris padahal dia hanya belajar bahasa inggeris dari siaran Radio BBC setiap subuh setelah dia usai sholat. Dia otodidak sejati dan mampu menyerap pelajaran dengan baik.
” Mama bangga dengan Puput.” Kata Mira sambil memeluk Puput “ Bangga sekali sayang..” Kata Mira.
Puput langsung sujud dipaha Mira. Di peluknya pinggang MIra. ” Ma , Puput tahu mama engga ada uang untuk biayai Puput. Mama engga usah pikirkan soal kuliah ini. Puput mau kerja dulu. Nanti kalau ada uang , puput bisa kuliah ya Ma..”
Dibelainya kepala Puput dengan lembut ” Mama tahu. Puput sayang mama, Mama juga sayang Puput tapi masa depan Puput jauh lebih penting bagi Mama. Mama akan usahakan biaya untuk puput. ” Kata Mira dengan tegar.
” Siapa yang akan menjaga Mama kalau Puput engga ada ?
” Tuhan akan jaga Mama, Yakinlah. Kan itu yang selalu Puput bilang ke Mama..Tuhan selalu jaga kita bila kita dekat kepada Allah..”
***. 
Tinggal seminggu lagi Puput harus mendaftar ke kampusnya. Sementara uang tidak tersedia. MIra tidak punya tabungan. Seharian dia keliling kota tanpa arah yang jelas. Tidak tahu harus kemana. Saat itulah dia teringat Dina sahabatnya. Telah lebih 10 tahun tidak komunikasi dengan Dina sejak terakhir dia bertemu dirumah singgah Bang Jaka di Rawa Mangun. Dia mencari nomor hape Dina di notes lusuhnya. Dia berniat untuk menghubungi. Tapi ternyata telp itu tidak bisa lagi di hubungi.
Dia arahkan langkahnya ke rumah Singgah di Rawa Mangun. Tapi sesampai di sana ternyata rumah itu sudah di isi orang lain. 
“ Rumah ini kami sewa sejak tahun lalu dari Pak Jaka.” Kata penghuni rumah
“ Apakah bapak tahu telp pak Jaka?
“ Kamu siapanya pak Jaka?
“ Saya adik angkatnya. Tapi sudah lebih 10 tahun engga ketemu dia, pak.”
“ Oh gitu .” Kata bapak itu sambil mencari nomor telp Jaka di hapenya. 
“ Anda mau telp langsung pak Jaka?
“ Ya pak..boleh “ Kata Mira membungkukan tubuhnya dengan wajah harap.
Setelah dua kali ditelp akhirnya telp itu diangkat. Pria itu menyerahkan telp itu kepada Mira. 
“ Ya. “ terdengar suara khas yang sangat Mira kenal. Suara serak serak basa dan berat.
“ Bang Jaka.” Kata Mira.
“ Siapa ya. “
“ MIra bang.Itu yang tinggal di rumah Singgah abang di Rawa mangun dulu. Ingat bang ? “
“ Oh ya. Gimana kabar kamu ?
“ Alhamdulillah. Baik bang.”
“ Ada apa, Mira ?
“ Bang , saya engga tahu harus bicara gimana lagi. Putri saya diterima di PTN. “
“ Oh selamat ya Mira. Hebat kamu.”
“ Terimakasih Bang. Tapi…” Mira tertahan meneruskan bicara.
“ Ada apa ?
“ Bang..” Mira tak bisa menahan tangis.
“ Ada apa ? Kenapa kamu ?
“ Mira engga punya uang, abang. Engga tahu mau kemana lagi.”
“ Oh gitu. Saya lagi di luar negeri, Mira. Tapi kamu bisa datang ke kantor. Temui Ibu Yuni. Datanglah sekarang ke kantor itu. “Kata Jaka sambil menyebut alamat kantor tersebut.
Dengan mengendarai Bus kota, Mira menuju ke alamat yang di berikan Jaka di bilangan Hayam Wuruk. Hanya menanti tak lebih 30 menit diruang tunggu, nampak wanita Tionghoa menemuinya. 
“ MIra ya “ Kata Wanita itu.
“ Ya bu. “
“ Kenalkan saya, Yuni. Tadi pak Jaka telp saya dari luar negeri. Putri kamu akan dimasukan dalam program beasiswa Perusahaan ini. Setiap bulan putri kamu akan dapat biaya bulanan termasuk uang kuliahnya. “ 
Mira nampak berlinang air mata seraya menyalami Yuni. “ Terimakasih ibu. Terimakasih.”
“ Terimakasih kepada Pak Jaka. Bukan ke saya.”
“ Ya. Pak Jaka. Dia sangat baik sekali. Sangat baik..”
Mira bercerita bagaimana dia kali pertama bertemu dengan Jaka tahun 1993 dan akhirnya Jaka mengajaknya tinggal dirumah singgah khusus menampung wanita yang mau taubah. “ Pak Jaka, sering ke Karaoke tapi tidak pernah menyentuh kami. Dia hanya menemani relasi bisnisnya. Kalau ada yang mau keluar dari kehidupan malam, dia membantu. Memang tidak semua bisa dibantunya. Tapi setidaknya rumah singgahnya di Rawa Mangun penuh oleh wanita yang ingin taubah. Yang mau kuliah dia biayai, yang engga tamat SMU dia kursuskan. Selama belum bekerja, biaya hidup kami dia tanggung. “Kata Mira. Yuni mendengar cerita itu ikut berlinang airmata.
“ Ya Jaka sangat mulia hatinya. Saya tahu itu. Begitu agama nya mendidiknya. Kita para wanita bersyukur bertemu dengan pria seperti itu. Dia kaya tapi rendah hati dan selalu ada ketika kita butuh bantuan. Tapi bantuan itu benar benar dengan alasan yang kuat tanpa ada kesan dia mudah memberi. Selektif sekali. “ 
“ Ya bu.” Mira berlinang air mata “ terlalu baik. Semoga Bang Jaka selalu sehat dan dimudahkan rezekinya. “
“ Amin. “ Yuni tersenyum. “ Nah besok suruh Putri ibu kekantor ini untuk selesaikan kontrak beasiswa. Jadi setiap bulan staff saya akan kirim uang kerekeningnya.
***
Selama kuliah, Puput  tinggal di Bandung. Dia jarang pulang kecuali liburan panjang. Setiap bulan dia selalu mengirimi uang kepada Mira. “ Ma, Uang bea siswa yang puput terima setiap bulan, bisa puput hemat. Dan ini ada sisanya. Mama bisa pakai uang itu untuk menambah kebutuhan mama. Kalau bisa mama biasakan puasa senin kemis. Itu bagus untuk kesehatan dan lebih membuat batin mama kuat untuk selalu dekat kepada Allah. Cobalah mama biasakan bangun tengah malam untuk sholat Tahajud. Ini sangat menyejukan batin Ma. Puput hanya ingin mama sehat. “ Demikian surat Puput kepada Mira, yang setiap bulan nadanya selalu sama. Meminta agar Mira semakin dekat kepada Tuhan. Karena itu membuat Mira semakin khusu dalam taubahnya dan setiap malam seusai sholat tahajud dia larut dalam tangis sesal.
“ Ya Allah, engkau kirim anak manusia melalui rahimku dan melaluinya pesan cinta Enkau tak pernah henti agar aku tetap dalam taubahku. Ampuni aku ya Allah, beri maaflah aku, kasihanilah aku atas segala takdir yang telah Engaku tetapkan. Sesungguhnya aku termasuk orang yang Zholim dan Tiada Tuhan selain Allah, Maha Suci Allah. “  Demikian rintihan doa Mira kepada Tuhan sepanjang waktu. 
***
Tak terasa telah tiga tahun lebih Puput di Bandung. Kemarin Mira dapat kabar dari Puput bahwa dia lulus dengan memuaskan. Rencana tiga bulan lagi dia akan diwisuda. MIra ingat ketika SMU, Puput bercita cita ingin masuk PTN jurusan Ekonomi. Dia sempat terkejut kenapa Puput ambil jurusan dan universtas yang précis sama dengan Deni. Padahal dia tidak pernah mengarahkan untuk Puput ambil jurusan Ekonomi. “ Negeri kita kaya raya Mah. Kita butuh banyak pengusaha dari kaum terpelajar. Ya kan Mah. “ Itulah alasannya. Mira selalu menyimpan rapat rahasia masa lalunya. Tapi ternyata like father like son.
MIra ingat bahwa Yuni pernah berpesan bila puput sudah akan diwisuda agar dia dikabarin. MIra harus mengabarkan kepada Yuni bahwa Puput tiga bulan lagi akan diwisuda. 
“ Mama akan hubungi perusahaan yang selama ini kasih kamu beasiswa, agar tidak perlu lagi kirimin uang karena kamu sudah selesai. Selama menunggu Wisuda , kamu tinggal dirumah aja, ya Nak. “
“ Ya, Ma. Kabarin cepat.”
***
Acara Wisuda yang dinanti nanti kita telah tiba. MIra, ibunya, adiknya yang nomor dua sudah berada di Aula kampus. Mereka hadir untuk menyaksikan wisuda itu. Mereka berlinang airmata ketika melihat Puput di wisuda dengan pakaian Toga sebagai perlambang bahwa Puput telah menjadi segelintir orang dingeri ini untuk menyandang title sarjana. Ketika keluar dari Gedung tempat Wisuda itu, Mira terkejut karena melihat Jaka ada menanti bersama Yuni. Mira berlari mendetati Jaka.
“ Abang terimakasih. “ Kata Mira sambil memeluk Jaka. " terkhir ketamu Abang tahun 1993. Abang engga berubah"
“ Hebat kamu, Mira.” Kata Jaka seraya melirik kearah Puput. Entah mengapa Puput ikut memeluk Jaka. “ Terimakasih Om. Baru kali ini ketemu dengan Om, padahal mama sering cerita soal om.”
“Kami selalu menyempatkan hadir pada setiap wisuda. Ada tiga orang mahasiswa yang dibantu bapak yang kebetulan hari ini diwisuda juga. “ Kata Yuni menyaksikan keceriaan dihadapannya.
Mira menatap keseluruhan tempat pelataran wisuda itu. Namun pandangannya beradu dengan seseorang yang tidak asing baginya. MIra nampak pucat ketika pria itu tepat didepannya dan mereka saling bertatapan. Jantungnya terasa berhenti. Keringat dingin membasahi tangannya.
“ Mira …” Kata pria itu sambil mendekat kearah Mira dan menyalaminya.
‘ Bang Deni…” Kepala Mira tertunduk. Tak sanggup dia menatap pria yang dulu pernah hadir dalam hidupnya
‘ Ada apa datang kemari ?“ Deni nampak tersenyum.
“ Puput di Wisuda ..”
“ Puput itu putri kamu ?“ Kata Deni dan seketika wajahnya memerah.
“ Ya Bang. Abang gimana kabarnya ?”
" Aku juga di wisuda S2 di kampus ini "
Dalam kekakuan pertemuan itu, Mira nampak berjalan menjauh ketika melihat kearah Puput. Semua nampak bingung. 
“ Ada apa Mir..” Jaka menghampir Mira.
“ Itu Deni. Dialah pria yang menghamili Mira dan …
“ Dan Puput itu , putrinya ?“
“ Ya bang.” 
“ Ya aku sudah tebak dari awal ketika kamu pertama kali bertemu dengan dia. Dia kenal kamu dan kamu nampak pucat ketika bertemu dengannya. 
“ Apa yang harus kulakukan, Bang“
“ Tenang Mira. Jangan panik. Kamu telah melewati masa sulit bertahun tahun. Jangan ada dendam apapun ya. Lihatlah buah dari kesabaran dan taubah kamu. Putri tumbuh menjadi anak yang sholeha, pintra dan kamu juga semakin menjadi muslimah yang taat. Syukuri itu. Kelak bila saatnya Puput harus tahu bahwa Deni adalah ayah kandungnya, jangan ragu untuk memberi tahunya. Deni harus tahu karena hanya dia yang berhak menikahkan Putri dihadapan Penghulu. Tapi kalaupun Deni tetap tidak mengakuinya, aku yakin Putri akan berlapang hati dan kamu harus lebih lapang lagi. Semua itu bukan antara kamu dengan Deni tapi antara kamu dengan Tuhan. Ikhlas lah. “Kata Jaka dengan tersenyum. 
‘ Ya Bang. Terimakasih abang. “
“Nah sekarang mari kita gabung lagi dengan mereka. “
Kembali Mira bergabung dengan mereka semua. MIra berusaha nampak tenang dan ceria dihadapan Puput. Tapi diliriknya Deni berkali kali memandang kearah Puput seperti ada dialogh jiwa antara Puput dan Deni.
" Nah, gimana kalau kita photo bersama. Ayo.. " Kata Yuni menghilangkan kekakuan suasana dan meminta MIra, ibunya, Deni, Puput dan adiknya Mira, Jaka. Mereka berjejer untuk diphoto. Mereka semua tersenyum cerah.
Mira menyadari bahwa dia pernah berbuat kesalahan dimasa lalunya. Dia menanggung sesal itu selama hidupnya dengan tak henti memohon ampun kepada Allah. Lambat laun Puput akan tahu juga siapa ayahnya dan akan tahu bahwa dia anak yang tidak lahir dari perkawinan yang syah dan anak yang tidak pernah diakui oleh pria yang seharusnya jadi ayah genetiknya. 

“Maafkan mama sayang. Terlalu berat dosa yang mama pikul, yang akan menjadi sesal tak berujung. Maafkan mama …” Kata Mira dalam tangis di kesendirian.